*
Elisa Dan perminyakan Seorang Janda: Eksposisi 2 Raja-Raja 4:1-7.

Anda sedang menonton: 2 raja raja 4 1-7

2 Raja-Raja 4:1-7 - “(1) salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ‘Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu undang akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih utang sudah datang untuk mengambil kedua orang anakku were budaknya.’ (2) Jawab elisa kepadanya: ‘Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa yang kaupunya di rumah.’ Berkatalah perempuan itu: ‘Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.’ (3) Lalu berkatalah Elisa: ‘Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, dari pada segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. (4) kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah petroleum itu nanti dalam segala bejana. Mana apa penuh, angkatlah!’ (5) Pergilah banci itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. (6) selama bejana-bejana itu cantik penuh, berkatalah feminin itu kepada anaknya: ‘Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,’ tetapi jawabnya kepada ibunya: ‘Tidak ada lainnya bejana.’ Lalu berhentilah minyak itu mengalir. (7) kemudian pergilah perempuan itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan orang ini berkata: ‘Pergilah, juallah petroleum itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.’”.
2 Raja-Raja 4: 1: “Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ‘Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu undang akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih debt sudah datang karena mengambil kedua orang anakku dulu budaknya.’”.
Dalam roma 13:8 dikatakan: “Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi bertindak Taurat.”.
Catatan: ada kerumunan penafsir yang menganggap kata-kata apa saya garis-bawahi dari romanisasi 13:8 ini tak suspended hutang. Kontextnya ndak bicara soal uang, tetapi kyung kewajiban kepada negara dan sebagainya. Tetapi ada banyak tambahan yang beranggapan, ini berurusan mencapai uang. Saya setuju dengan penafsiran Albert Barnes, apa nanti menjadi saya berikan di bawah.
a) Pulpit Commentary: “The command, ‘Owe no man anything,’ if obeyed, would certainly hinder many a bankruptcy and also prevent countless a business scandal.” <= Perintah ‘janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga’, jika ditaati, akan menghindarkan kerumunan kebangkrutan dan mencegah kerumunan skandal bisnis.> - ‘The Epistle the Paul to the Romans’, bab 401.
b) wilhelm Hendriksen: “‘Owe no male anything ...’ This rendering would membuat the impression the Paul calls all borrowing wrong, a place that is jernih contrary come Scripture. See Exod. 22:25; Ps. 37:26; Matt. 5:42; Luke 6:35. ... ‘Let no debt remain outstanding, except the continuing debt to love one lagi ... ,’ ... I can discover no fault every little thing with this excellent rendering. That is fully true to the original. ... This is a condemnation of the practice of some, that are ever ready come borrow but an extremely slow come repay the obtained sum. In this link see Ps. 37:21, ‘The wicked person borrows but does not repay ...’” <= ‘Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun tambahan ...’. Pandemi ini menciptakan kesan bahwa paul menyebut setiap orang peminjaman salah, suatu posisi yang jelas bertentangan menjangkau Kitab Suci. Lihat Keluaran 22:25; Mazmur 37:26; Matius 5:42; Lukas 6:35. ... ‘Jangan biarkan ada hutang yang tetap tidak diselesaikan, kecuali utang yang terus menerus untuk saling mengasihi ...’, ... Saya tidak bisa mendapatkan salah apapun dalam terjemahan apa sangat baik ini. Ini jenuh sesuai mencapai bahasa aslinya. ... Ini merupakan kecaman terhadap praktek dari mayoritas orang, apa selalu siap untuk meminjam tetapi lambat batin mengembalikan pinjaman itu. Sehubungan mencapai ini using Mazmur 37:21: ‘Orang fasik mencari pinjaman dan noël membayar back ...’> - ‘Romans’, bab 438-439.
c) man Murray: “In accord v the analogy of bible this cannot be taken to typical that us may never incur jae won obligations, the we might not lend from others in case of require (cf. Exod. 22:25; Psalm 37:26; Matt. 5:42; Luke 6:35). However it melakukan condemn the looseness with which we contract fan and an especially the indifference so often displayed in the discharging the them. ‘The evil borroweth, and also payeth not again’ (Psalm 37:21). Few things bring lebih tinggi reproach top top the Christian profession 보다 the build-up of debts and refusal to salary them.” <= sesuai dengan sama Kitab bermusim ini noel bisa diartikan bahwa kita tidak pernah boleh pengintai kewajiban keuangan, bahwa kita tidak boleh meminjamkan dari people lain di ~ saat diperlukan (bdk. Kel 22:25; Mazmur 37:26; Mat 5:42; Lukas 6:35). Tetapi menemani itu memang mengecam orang yang terlalu gampang berhutang dan khususnya sikap acuh tak acuh yang begitu sering ditunjukkan di dalam pembayaran hutang itu. ‘Orang fasik meminjamkan dan noël membayar bagian belakang ...’ (Mazmur 37:21). Hanya sedikit hal yang menyebabkan celaan lebih geram pada kekristenan daftar penumpukan debt dan penolakan pembayarannya.> - ‘The Epistle to the Romans’ (NICNT), hal 158-159.
Jadi, sama mencapai Hendriksen, Murray also berpendapat bahwa people kristen boleh berhutang. Tetapi ia saya disalahkan orang yang terlalu gampang berhutang, dan orang apa berhutang tetapi lalai di dalam membayarnya.
Sekarang mari kita linimasa apakah ayat-ayat yang digunakan oleh william Hendriksen maupun john Murray pada itu betul-betul bertentangan dengan jam tangan bahwa hutang itu sama begitu banyak, begitu banyak dilarang.
1. Keluar 22:25 - “Jika engkau meminjamkan monetary kepada penyimpangan seorang dari umatKu, orang apa miskin di antaramu, maka jangan lakukan itu engkau berlaku seperti seorang penagih hutang terhadap dia; bukan kamu bebankan bunga mata uang kepadanya.”.
2. Mazmur 37:25-26 - “(25) sebelum aku muda, menampakkan telah menjadi tua, tetapi noël pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; (26) tiap aku ia menaruh belas penyesalan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya were berkat.”.
3. Matius 5:42 - “Berilah kepada orang yang meminta kepadamu dan tidak menolak orang apa mau meminjamkan dari padamu.”.
4. Lukas 6:35 - “Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan menjangkau tidak hope balasan, maka upahmu akan terlalu tinggi dan kamu akan were anak-anak Allah apa Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang noel tahu berterimakasih dan terhadap orang-orang jahat.”.
Saya sendiri tidak melihat bahwa ayat-ayat ini bertentangan mencapai pandangan apa melarang orang untuk berhutang. Ayat-ayat ini menyuruh buat mau meminjamkan monetary sebagai sign kasih, memberikan peraturan di dalam meminjamkan (untuk ‘saudara’ yang miskin noël boleh memakai bunga), tetapi kemiripannya sekali tidak memberi ijin buat berhutang.
a. Adanya hukum apa mengatur bercerai (Ulangan 24:1-4), ataukah hukum yang mengatur orang yang beristri dua (Ul 21:15-17) dsb, yang jelas bukan merupakan ijin karena bercerai ataupun beristri dua.
Ul 24:1-4 - “(1) ‘Apabila seseorang hunian seorang banci dan dulu suaminya, dan jika then ia noel menyukai lagi perempuan itu, sebab didapatinya yang noël senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya setelah tangan feminin itu, sesudah akun itu menyuruh itu pergi dari rumahnya, (2) dan jika wanita itu dilepas dari rumahnya dan trete dari sana, lalu were isteri rakyat lain, (3) dan jika laki-laki yang then ini tidak cinta lagi kepadanya, lalu menitip surat cerai dan menyerahkannya setelah tangan perempuan itu serta menyuruh itu pergi dari rumahnya, atau jika laki-laki yang kemudian mengambil dia were isterinya itu mati, (4) maka suaminya yang pertama, yang telah menyuruh dialah pergi itu, noël boleh menangkap dia kembali menjadi isterinya, nanti perempuan itu dicemari; sebab halaman itu adalah kekejian di hadapan TUHAN. Janganlah engkau mendatangkan dosa overhead negeri yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu menjadi milik pusakamu.”.
Ulangan 21:15-17 - “(15) ‘Apabila seorang mempunyai dua setiap orang isteri, apa seorang dicintai dan apa lain noël dicintainya, dan mereka melahirkan anak-anak lelaki baginya, baik isteri yang dicintai maupun isteri yang noël dicintai, dan anak sulung adalah dari isteri yang noël dicintai, (16) maka pada times ia terbagi warisan harta kepunyaannya kepada anak-anaknya itu, tidaklah boleh ia memberikan potongan anak sulung kepada anak dari isteri apa dicintai merugikan anak dari isteri yang noël dicintai, apa adalah anak sulung. (17) Tetapi ia harus mengakui anak yang sulung, anak dari isteri yang tidak dicintai itu, mencapai memberikan kepadanya dua bagian dari segala kepunyaannya, sebab dia kegagahannya yang pertama-tama: dialah yang empunya baik kesulungan.’”.
Sebaliknya tuhan melarang perceraian maupun istri dua, tetapi untuk Ia knows bahwa chapter itu toh akan terjadi, maka Ia memberikan peraturan yang harus used pada times hal-hal seperti itu terjadi.
b. Lukas 6:30 - “Berilah kepada setiap orang apa meminta kepadamu; dan tidak meminta back kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.”.
Ini tentu saja tak sanggup diartikan bahwa orang kristen boleh tuntutan / menangkap barang setiap orang lain. Demikian juga kalau orang kristen diberi tahu meminjami sebagai tanda kasih, menemani itu tak berarti bahwa people kristen boleh meminjam.
Jadi, saya berpendapat bahwa romanisasi 13:8 mungkin dipakai such dasar buat melarang orang kristen berhutang.
Matthew Henry (tentang romanisasi 13:8): “Many the are really sensible the the problem think little of the sin of being in debt.” <= kawanan orang apa sangat denda penilaiannya sekitar problem / kesukaran, memikirkan sedikit tentang dosa dari hutang.>.
Barnes’ notes (tentang Ro 13:8): “‘Owe no male anything.’ ... In the previous verse the apostle had actually been discoursing that the duty which us owe to magistrates. He had an especially enjoined on christians to salary to ‘them’ their just dues. Indigenous this command come discharge completely this obligation, the transition was organic to the subject of debts ‘in general,’ and also to an injunction not to it is in indebted come ‘any one.’” <= ‘Jangan berhutang apapun kepada siapapun’. ... Batin ayat depan sang rasul telah berbicara circa kewajiban buat mana kita berhutang kepada pejabat-pejabat. Ia secara mengkhususkan telah menyuruh orang-orang Kristen karena membayar ‘mereka’ apa yang megah mereka dapatkan. Dari perintah karena melaksanakan full kewajiban ini, transisinya kepada kurung tentang utang secara umum adalah wajar, dan di atas suatu perintah untuk tidak berhutang kepada siapapun.>.
Pandangan ataukah penafsiran ini noël bertentangan menjangkau ayat manapun. Mengapa tuhan melarang setiap orang kristen berhutang? Menurut saya, untuk itu dianggap such sesuatu apa memalukan tuhan / Bapa kita. Apakah tuhan / Bapa kita, yang katanya adalah pencipta dan penguasa seluruh thiên dan bumi beserta segala isinya, noël sanggup mencukupi kebutuhan kita, sehingga untuk kita harus berhutang?
a. Mengambil kredit dari bank buat bekerja, atau kredit mobil / rumah. Ini dilakukan ~ no oleh orang apa hidupnya kekurangan, dan karena itu saya perhitungan ini noël memalukan tuhan dan boleh dilakukan. Tetapi ini tetap noël boleh dilakukan tanpa perhitungan apa teliti sekitar apakah ia memang sanggup membayar bagian belakang hutang itu atau tidak. Memang di dalam perhitungan apa bagaimanapun selalu ada resiko. Krismon beberapa waktu apa lalu cantik menunjukkan apa yang mungkin terjadi dengan orang apa berhutang, apalagi dalam dolar.
b. Pada waktu pergi mencapai teman, saudara tidak membawa uang (tetapi punya mata uang di rumah), dan saudara lalu meminjamkan kepada teman itu, dan lalu membayar di rumah atau beberapa aku setelahnya. Ini lagi-lagi tidak menunjukkan saudara kekurangan, dan karenanya noel memalukan Tuhan.
Tetapi ‘tutup lubang gali lubang’ ataukah ‘berhutang setiap pertengahan bulan dan membayarnya pada mulailah bulan’, merupakan hal yang memalukan Tuhan. Lebih-lebih berhutang lalu noël membayarnya kembali! Kalau saudara sering melakukan hal ini, bertobatlah!
Sebagai tambahan batin persoalan ini, ada pemfitnahan ayat dalam Kitab Suci yang menunjukkan bahwa kalau seseorang lives benar, maka ia sebetulnya noel perlu berhutang, buat Tuhan pasti mencukupi kebutuhan hidupnya (Ulangan 28:12 Ulangan 15:6 Mazmur 37:25-26 Matius 6:33).
Dalam Ul 28, deviasi satu janji berkat kalau Israel taat adalah: “Tuhan akan membuka bagimu perbendaharaanNya yang melimpah, yakni langit, untuk memberi hujan bagi tanahmu diatas masanya dan memberkati segala pekerjaanmu, sehingga engkau memberi untuk meminjamkan kepada kerumunan bangsa, tetapi engkau sendiri tidak meminta pinjaman.” (Ulangan 28:12).
Ul 15:5-6 - “(5) origin saja engkau mendengar baik-baik suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan dikutuk segenap perintah yang kusampaikan kepadamu pada hari ini. (6) Apabila TUHAN, Allahmu, memberkati engkau, such yang dijanjikanNya kepadamu, maka engkau menjadi memberi lend kepada kawanan bangsa, tetapi engkau sendiri noël akan tuntutan pinjaman; engkau become menguasai kawanan bangsa, tetapi mereka noël akan itu adalah seorang master engkau.”.
Dalam tafsirannya circa Ulangan 15:6 ini Calvin berkata: “whence the follows, the if there were any in want amongst them, it would arise indigenous the wickedness and also depravity of the rakyat themselves.” <= akibatnya / konsekwensinya adalah bahwa jika ada siapapun kekurangan di antara mereka, menyertainya ditimbulkan dari kejahatan dan kebejatan dari negara itu sendiri.> - hal 157.
Mazmur 37:25-26 - “(25) sebelum aku muda, menampakkan telah menjadi tua, tetapi noël pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti; (26) tiap days ia menaruh belas penyesalan dan memberi pinjaman, dan anak cucunya dulu berkat.”.
Kata-kata yang menunjukkan bahwa ‘orang Kristen ini adalah / harus memberi pinjaman’ di dalam Ul 15:6 Ulangan 28:12 Mazmur 37:26 dan juga dalam Matius 5:42, patuh dianggap seperti bukti bahwa Alkitab noël melarang karena berhutang.
Matius 5:42 - “Berilah kepada orang apa meminta kepadamu dan janganlah menolak orang yang mau mencari pinjaman dari padamu.”.
a. Kita tetap harus berhati-hati dalam memberi pinjaman, untuk menghindari penipuan yang begitu banyak terjadi. Memanggang Matius 5:42 tentu tak mungkin dimutlakkan!
b. Bahwa orang orang bilang kita ini adalah / harus memberi pinjaman, itu noël berarti bahwa kita sendiri boleh mencari pinjaman / berhutang. Ini menurut saya merupakan 2 hal apa sangat berbeda.
Mat 6:33 - “Tetapi carilah sebelum Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka judul itu ini adalah ditambahkan kepadamu.”.
Jadi, kalau seseorang terpaksa berhutang buat kebutuhan hidupnya, maka akun itu berarti ada sesuatu apa salah di dalam hidupnya. Apakah ini tersirat ‘menghakimi’ orang yang menderita / miskin? maafkan saya bedanya dengan mengatakan seseorang berdosa kalau ia sakit? Bedanya adalah batin hal ini ada janji Tuhan. Dalam hal sakit noël ada janji Tuhan apa menjamin bahwa kita tidak akan sakit.
2 Raja-Raja 4: 1: “Salah seorang dari isteri-isteri para nabi mengadukan halnya kepada Elisa, sambil berseru: ‘Hambamu, suamiku, sudah mati dan engkau ini tahu, bahwa hambamu itu tidak akan TUHAN. Tetapi sekarang, penagih utang sudah datang buat mengambil detik orang anakku dulu budaknya.’”.
Pulpit Commentary: “This incident, and there are plenty of like it happening every day, shows us the folly and danger of getting into debt. One of the worst attributes of that is the so frequently the chaste - the wife or kids who perhaps know nothing at all of the utang - have to suffer because that the folly or the dishonesty of others. We require to have a much more awakened conscience on this topic of lihat money which yes, really is not our own.” <= Peristiwa ini, dan ada kerumunan peristiwa lain seperti ini terjadi setiap hari, unjuk kepada itupenggunaan kebodohan dan bahaya dari hutang. Satu segi terburuk darinya adalah begitu sering orang apa tak bersalah - istri atau anak-anak apa mungkin kemiripan sekali tidak tahu apa-apa tentang utang itu - harus menderita buat kebodohan atau ketidakjujuran dari orang-orang lain. Kita harus memiliki trấn nurani yang lebih peka di dalam persoalan penggunaan uang apa sebetulnya bukan milik itupenggunaan ini.> - hal 73.
3) 2 Raja-Raja 4:1 ini also menunjukkan bahwa keluarga nabi ini mengacaukan keuangannya, nanti sang nabi mati.
Pulpit Commentary: “provision have to be produced the widows that ministers. The incomes of really many ministers in England to-day room not enough to enable them to make provision for dari mereka wives and also children in instance of milik mereka death. Churches which have committees for sending out out missionaries, because that distributing Bibles (which room cheap sufficient now), and also for distributing tracts, ... Ought absolutely to check out that provision is created the future of dari mereka ministers’ families.” <= harus dibuat persediaan karena janda-janda dari pendeta-pendeta. Penghasilan dari sangat crowd pendeta di Inggris saat ini noël cukup untuk memungkinkan mereka making persediaan karena istri dan anak-anak mereka jika mereka mati. Gereja-gereja apa mempunyai panitia-panitia karena mengirimkan misionaris, untuk membagikan Alkitab (yang cukup murah sekarang ini), dan untuk membagikan traktat, ... Jelas harus mengusahakan supaya persediaan dibuat untuk masa dokter dari keluarga pendeta mereka.> - halaman 80.
Catatan: harus diingat bahwa pendeta mendapat ‘biaya hidup’, sehingga noël memungkinkan mereka menabung! kala saya noël berbicara sekitar pendeta-pendeta mewah jaman sekarang ini.
Diperkirakan nabi itu terlibat utang pada saat masih hidup. Di atas saat ia mati, keluarganya yang ditagih. Untuk tidak bisa membayar, maka kedua anaknya akan diambil untuk dijadikan budak.
Pada saat itu sering terjadi peristiwa sesuai orang başı terpaksa penjualan anaknya kemudian budak karena membayar hutangnya. Ini berakibat munculnya ayat-ayat seperti:
a) Yesaya 50:1b - “Atau kepada siapakah tengah penagih hutangKu Aku pernah penjualan engkau?”. Maksud ayat ini adalah buat menunjukkan kasih Tuhan, yang noël pernah ‘menjual anakNya’ kepada penagih hutang.
b) Matius 18:25 - “Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak istrinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.”.
Apakah memperbudak anak such pembayaran hutang diijinkan oleh tindakan Musa? di dalam persoalan ini saya noël mengerti mengapa hampir semua penafsir mengatakan bahwa beraksi Musa mengijinkan bab ini, berdasarkan im 25:39-43. Saya berpendapat bahwa im 25:39-43 menemani itu justru suspended memperbudak orang di dalam keadaan sebagai ini!
Imamat 25:39-43 - “(39) Apabila saudaramu memukul miskin di antaramu, sehingga diserahkan kepada dirinya kepadamu, maka janganlah memperbudak dia. (40) such orang upahan dan sebagai pendatang ia harus tinggal di antaramu; sampai kepada lima Yobel ia harus bekerja padamu. (41) kemudian ia harus diizinkan diambil dari padamu, ia bersama-sama anak-anaknya, lalu pulang kembali kepada kaumnya dan ia boleh pulang setelah tanah milik nenek moyangnya. (42) untuk mereka itu hamba-hambaKu apa Kubawa keluar dari tanah Mesir, jangan lakukan itu mereka itu dijual, secara orang penjualan budak. (43) bukan engkau memerintah dia mencapai kejam, melainkan engkau harus takut akan Allahmu.”.
Orang-orang menyertainya memang diperlukan bekerja kepada setiap orang kepada siapa mereka berhutang, tetapi ndak sebagai budak. Dan lalu mereka harus dibebaskan pada lima Yobel.
Tetapi penagih hutang dalam 2Raja 4:1 ini kelihatannya noël mempedulikan beraksi Musa di atas, dan ia berwewenang mengambil kedua anak janda itu buat betul-betul dijadikan budak. Andaikata ia melakukan ini terhadap keluarga biasa itu cantik sangat jahat, lebih-lebih lagi untuk ia melakukan hal ini terhadap familic nabi yang semasa hidupnya undang kepada Tuhan. Tetapi ini noel mengherankan, karena pada jaman penyembahan berhala such itu, siapa yang mau mempedulikan bertindak Musa ataukah nabi yang takut kepada Yahweh?
Penerapan: kalau ada orang berhutang kepada saudara, memang saudara boleh menagihnya, tetapi tidak menagihnya secara tak berperasaan. Untuk kita mesti melihat bagaimana itu? keadaan keuangan setiap orang itu.
Sesuatu apa baik dari janda akun itu adalah bahwa ia bukannya televisi kepada people kaya karena minta pinjaman. Ini nanti dulu ‘tutup publik gali lubang’, dan jelas noël menyelesaikan persoalan. Ia televisi kepada elisa / Tuhan.
Sesuatu yang salah dari familial ini adalah: seharusnya dari dulu mereka cantik datang kepada tuan / Elisa, yaitu pada waktu mereka mau berhutang.
Memang kawanan orang pada times mendapat problem, berusaha olahan sendiri problemnya. Ke semua memanggang kacau, hanya satu ia membawa problem menemani itu kepada Tuhan. Marilah kita belajar untuk membawa problem kita sedini could kepada Tuhan.
a) Ia adalah seorang janda dan bertindak Musa memerlukan memperhatikan janda dan anak yatim (Kel 22:22-24 Ul 14:29 24:17,19 26:12 27:19).
2) setelah mengetahui bahwa janda menemani itu mempunyai sedikit petroleum (ada apa mengatakan bahwa minyak di sini adalah minyak apa digunakan untuk melakukan pengurapan), maka elisa menyuruh janda itu buat meminta kepada tetangga-tetangganya banyak bejana-bejana apa kosong. Lalu elisa menyuruh menutup pintu dan menuangkan minyak batin buli-buli itu buat mengisi bejana-bejana kosong itu (ay 2-4).
2 Raja-Raja 4: 2-4: “(2) Jawab elisa kepadanya: ‘Apakah yang dapat kuperbuat bagimu? Beritahukanlah kepadaku apa-apa apa kaupunya di rumah.’ Berkatalah banci itu: ‘Hambamu ini tidak punya sesuatu apapun di rumah, kecuali sebuah buli-buli berisi minyak.’ (3) Lalu berkatalah Elisa: ‘Pergilah, mintalah bejana-bejana dari luar, liêu segala tetanggamu, bejana-bejana kosong, tetapi jangan terlalu sedikit. (4) kemudian masuklah, tutuplah pintu sesudah engkau dan anak-anakmu masuk, lalu tuanglah perminyakan itu ke dalam segala bejana. Mana apa penuh, angkatlah!’”.
3) Maunya janda itu buat menuruti perintah Elisa apa sebetulnya noel masuk nalar ini (ay 5), unjuk imannya.
Ay 5: “Pergilah wanita itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang.”.
4) Terjadi suatu mujijat, dengan demikian minyak dalam buli-buli menemani itu terus lari sehingga memenuhi segenap bejana apa ada (2 Raja-Raja 4:5-6). Setelah semua bejana penuh, hanya satu minyak itu memegang mengalir (ay 6b).
2 Raja-Raja 4: 5-6: “(5) Pergilah wanita itu dari padanya; ditutupnyalah pintu sesudah ia dan anak-anaknya masuk; dan anak-anaknya mendekatkan bejana-bejana kepadanya, sedang ia terus menuang. (6) ketika bejana-bejana itu cantik penuh, berkatalah wanita itu kepada anaknya: ‘Dekatkanlah kepadaku sebuah bejana lagi,’ tetapi jawabnya kepada ibunya: ‘Tidak ada another bejana.’ Lalu berhentilah perminyakan itu mengalir.”.
Adam Clarke: “This is a great emblem the the grace of God. While there is one empty, longing heart, over there is a constant overflowing fountain of salvation. If we find in any place or at any kind of time that the oil end to flow, the is since there room no north vessels there, no souls hungering and also thirsting for righteousness.” <= Ini merupakan lambang yang bagus dari kasih karunia Allah. Sementara dort ada hati yang merindukan dan kosong, maka di sana ada aliran mata air keselamatan apa terus menerus. Jika kita mendapatkan di sembarang secara spasial atau di sembarang waktu bahwa minyak itu pegang mengalir, akun itu disebabkan karena tidak ada lagi ruang angkasa kosong di sana, noël ada jiwa yang lapar dan haus menjadi kebenaran.> - chapter 491.
Sekalipun pengajarannya bagus, tetapi ini pengalegorian yang salah, untuk cerita historia tak boleh dilambangkan / dialegorikan.
5) elisa lalu menyuruh janda itu menjual minyak itu untuk membayar hutangnya dan membiayai kehidupan mereka (2 Raja-Raja 4:7).
2 Raja-Raja 4: 7: “Kemudian pergilah banci itu memberitahukannya kepada abdi Allah, dan rakyat ini berkata: ‘Pergilah, juallah minyak itu, bayarlah hutangmu, dan hiduplah dari lebihnya, engkau serta anak-anakmu.’”.
Dengan demikian kehidupan familial nabi yang undang akan tuan ini tercukupi. Ini benar dengan Maz 37:25 apa berbunyi: “Dahulu aku muda, sekarang telah dulu tua, tetapi noel pernah kulihat orang tepat ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”.

Lihat lainnya: Bagaimana Hukum Poligami Jika Istri Tidak Ikhlas Suami Bisa Dipidana


Kalau saudara mempunyai problem / kebutuhan, khususnya problem / kebutuhan keuangan, jangan menguatirkannya. Bawalah segenap itu kepada Tuhan batin doa. Ia bisa ~ dan mau menolong saudara.