Tepat selagi tulisan ini ditulis itupenggunaan telah memasuki moon Sya’ban. Noel terasa momen lagi ini adalah masuk pada moon Ramadhan. Ada doa yang umum dilafadzkan spesial di bulan Rajab yaitu Allahumma Bariklana Fi Rajaba wa Sya’bana wa Ballighna Ramadhana.

Mungkin kamu juga pernah dengar doa tersebut. Namun yang masih menjadi pertanyaan adalah apakah doa tersebut benar-benar terdapat dalil di di dalam hadits?

Lembaga Kajian Hadis El-Bukhari institute telah untuk mempelajari doa tersebut implisit mengenai periwayatannya. Setelah penelusuran lebih lanjut, ternyata doa tersebut terdapat di dalam hadits yang diriwayatkan melalui beberapa fasih hadits.

Beberapa periwayat hadits untuk doa tersebut, diantaranya:

Imam al-Bazzar batin Kasyful Astar, Abdullah ibn Ahmad batin kitab Syakir,Ibn Abi al-Dunya di dalam Fadhoil Ramadhon,Imam al-Thabarani batin Mu’jam al-Ausath,Imam al-Baihaqi di dalam Fadhoil al-Auqath,Imam Nawawi di dalam al-Adzkarnya,Ibn al-Sunni dalam Kitab al-Yaum wa al-Lailah,Abu Nuaim dalam Hilyah al-Auliya.

Meski diberi tahu oleh kawanan periwayat hadits bukan berarti kualitas hadist tersebut dapat dinilai bagus (hasan atau shahih). Faktanya menurut kajian dari Hadis El-Bukhari academy ternyata terdapat masalah di atas sanadnya.

Alhasil para ulama menilai hadits tersebut kualitasnya adalah dhoif alias lemah. Deviasi satu apa berpendapat bahwa hadits tersebut lemah adalah Imam An-Nawawi.


*

Imam al-Thabarani menggolongkan hadist ini such hadits Mungkar. Halaman tersebut dikarenakan deviasi satu perawinya yaitu Zaidah Ibn Abi al-Riqad merupakan perawi yang sering lupa dan banyak salahnya.

Oleh sebab itu, Zaidah ibn Abi al-Riqad disebut menjangkau perawi yang munkar al-hadis.


Lalu Ziyad ibn Abdillah Al-Numairi juga dianggap dhoif melalui Ulama Ibnu Ma’in dan Abu Daud. Kemudian Ibnu Hibban menyebut Ziyad ibn Abdillah Al-Numairi tambahan sebagai seorang munkar al-hadis.

Abu ha menyebutkan hadisnya ditulis tapi noel bisa dijadikan kemudian hujjah (sandaran hukum).

Anda sedang menonton: Allahumma bariklana fi rajaba wa sya bana wa balighna ramadhan

Lantas dengan kapak hadits tersebut apakah dengan tegas boleh diamalkan?

Sebelum kita perdebatan lebih lanjut, berikut adalah lafadz doa pada bulan rajab tersebut.

Baca Juga: Mengenal 12 Istri Nabi Muhammad SAW

*
sumber: unsplashLafadz Doa Rajab

Dalam subbab ini become dibahas lafadz dalam tulisan arab, latin, dan terjemahan.

Lafadz arab,

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Lafadz Latin,

Allahumma Bariklana Fi Rajaba wa Sya’bana wa Ballighna Ramadhana

Terjemahan,

“Duhai Allah, berkahilah kita pada moon Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kalian dengan bulan Ramadlan.”

Baca Juga: Doa buat Orang Umroh

*
sumber: unsplashApakah tetap Boleh Diamalkan?

Pada prinsip hadits apa dinilai dhaif boleh diamalkan selama terkandung manfaatnya didalamnya. Hadits apa dibahas pada artikel ini isinya merupakan doa.

Pada aturan doa apapun boleh diamalkan selama ia mengandung kebaikan. Penjelasan dari hadis El-Bukhari Institute, doa tersebut boleh diamalkan untuk tidak ada hubungannya mencapai akidah maupun ibadah mahdhah.

 Ulama membolehkan benefit hadits dho’if untuk menjelaskan fadha’il a’mal (keutamaan amalan) di dalam konteks amalan apa telah disyariatkan menjangkau dalil-dalil yang shohih contohnya dzikir, puasa, dan sholat.

Tujuannya agar jiwa manusia selalu mengharapkan pahala dari amalan-amalan tersebut atau menjadi takut untuk melaksanakan suatu kejelekan.

Baca Juga: penjelasan lengkap sekitar Muttafaq Alaih

Penutup

Demikian penjelasan circa doa yang diamalkan pada bulan Rajab tersebut yaitu, Allahumma Bariklana Fi Rajaba wa Sya’bana wa Ballighna Ramadhana.

Lihat lainnya: Ubi Jalar Dapat Diolah Menjadi, Dihbeyonddgdz

Semoga penjelasan ini menambah wawasan keislamanmu.

Jika kamu berminat dengan konten keislaman seperti ini, kamu bisa tambahan melihat tulisan lainbutuh di Topik Islam. Jika kamu lebih bagus konten video clip kamu mungkin mengunjungi Channel Youtube reactora.net.