Allah perintahkan kepada manusia untuk berakhlak apa baik kepada ibunya. Foto: Repro Republika.co.id
*
*

KENDARI, reactora.net - Durhaka kepada orang perilaku adalah penyimpangan satu dosa besar. Kawanan riwayat yang menjelaskan bahwa Allah SWT melaknat siapapun apa menyakiti trấn orang tuanya.

Anda sedang menonton: Anak durhaka terhadap orang tuanya

Menurut Kamus terlalu tinggi Bahasa Indonesia (KBBI) durhaka adalah ingkar terhadap perintah (Tuhan, orang tua, dan sebagainya).

Dikutip dari Detik.com, Allah SWT memerintahkan kepada manusia buat berbuat baik kepada kedua orang basi terutama ibu. Ibulah apa sudah ikut dan merawatnya hingga besar, sebagaimana batin firman-Nya di atas Q.S Al-Ahqaf ayat 15:


Artinya: "Kami perintahkan kepada human supaya berbuat baik kepada medang bapaknya. Ibunya mengandungnya mencapai susah payah dan melahirkannya mencapai susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dialah telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh lima ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku buat mensyukuri nikmat Engkau apa telah Engkau berikan kepadaku dan kepada medang bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal apa saleh yang Engkau ridhai; berilah jenis kepadaku menjangkau (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sebenarnya aku bertaubat kepada Engkau dan sebenarnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri."

Kedudukan ibu apa lebih mulia pada bapak tambahan diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, ia berkata: Seorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu "Alaihi Wasallam, lalu bertanya: "Wahai Rasulullah, siapakah setiap orang yang paling berhak mendapatkan perbuatan kebaikanku?" Beliau Shallallahu "Alaihi Wasallam menjawab, "Ibumu,"" lelaki itu meminta lagi, "Kemudian siapa?" Beliau Shallallahu "Alaihi Wasallam menjawab, "Ibumu," Lelaki itu meminta lagi, "Kemudian siapa?" Beliau Shallallahu "Alaihi Wasallam menjawab, "Ibumu," Lelaki itu meminta lagi, "Kemudian siapa?" Beliau menjawab, "Bapakmu." (HR. Bukhari dan Muslim).

Bahkan Allah SWT tambahan telah memerintahkan karena memperlakukan kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dia juga melarang seorang anak menolak ~ membentak selagi dimintai sila orang tuanya terlebih saat mereka cantik berusia lanjut.

Dalam Q.S Al-Isra ayat 23-34 disebutkan bahwa seorang anak hendaklah merendahkan diri terhadap detik orang orang tuanya dan mengatakan perkataan yang mulia di hadapannya.

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan memuja selain dia dan hendaklah kamu berbuat baik diatas ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika deviasi seorang tengah keduanya ataukah kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan apa mulia." (QS. Al-Isra: 23).

Artinya: "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka setia dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah dilatih aku times kecil." (QS. Al-Isra: 24).

Diriwayatkan melalui Al-Hakim, "Ada tiga golongan yang tidak akan masuk surga dan Allah noël akan pemandangan mereka pada days kiamat yakni anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya, perempuan apa menyerupai laki-laki dan major rumah tangga apa membiarkan adanya kejelekan (zina) dalam rumah tangganya."

Durhaka kepada Orang basi Termasuk Dosa Besar

Menurut hadis nabi yang diriwayatkan melalui Bukhari dan Muslim, sebesar-besarnya dosa adalah menyekutukan Allah SWT, durhaka kepada orangtua, dulu saksi palsu, dan berkata bohong.

"Maukah aku beritahukan kepadamu sebesar-besar dosa yang most besar, tiga kali (beliau ulangi). Sahabat berkata, "Baiklah, miliki Rasulullah", bersabda Nabi: "Menyekutukan Allah, dan durhaka kepada senin orang tua, serta camkanlah, dan saksi palsu, dan catatan bohong. Maka Nabi selalu mengulangi, "Dan persaksian palsu, sehingga kita berkata, "Semoga Nabi diam." (HR. Bukhari dan Muslim).

Baca juga: Lakukan Ini Agar Doa Cepat Terkabul

Baca juga: Amalan dan Doa Agar langsung Dipertemukan menjangkau Jodoh

Balasan Orang yang Durhaka di atas Ibu

Dijelaskan di atas buku Dahsyatnya Do’a Ibu oleh Ustaz syamsuddin Noor, ada lima dampak buruk jika seseorang durhaka kepada sang ibu, seperti dikutip dari Republika.co.id.

1. Bersaing amalnya

Tsauban r.a. Berkata, Rasulullah witnessed bersabda: “Tiga macam dosa yang akan menyia-nyiakan segala amal-amal lainnya, yaitu syirik ataukah mempersekutukan Allah, durhaka kepada ayah ibu, dan lomba dari medan perang,” (HR At-Tabrabi).

Dari hadis tersebut shine amal ibadah seseorang noel ada artinya apabila orang tersebut melakukan tiga hal apa disebutkan, salah satunya durhaka kepada ayah dan ibu.

Abu Umamah berkata, Rasulullah observed bersabda: “Allah noël akan resepsi amal tiga golongan manusia yang bersifat sharfan (taubat atau hal yang sunah) dan ‘adlan (fidyah atau tebusan), yaitu anak apa durhaka kepada detik orang tua, orang apa suka memberi namun hope balasan apa lebih, dan rakyat yang noel percaya dengan takdir,” (HR Imam Ibnu Ashim).

2. Disegerakan balasannya di dunia

Allah sanggup berkehendak untuk menunda azab sebenarnya dosa-dosa hamba-Nya sampai hari kiamat kecuali azab asibe dosa anak yang durhaka kepada rakyat tuanya. Allah become mempercepat azab-Nya di intisari dunia dahulu ia meninggal.

“Ada dua pintu petaka apa disegerakan akibatnya di dunia, yaitu orang apa zalim dan durhaka kepada people tua,” (HR Al-Hakim).

Al-Hakim dan Al-Ashbahani meriwayatkan setiap orang dosa become ditunda melalui Allah hukumannya sampai hari kiamat nanti. Terkecuali mereka yang durhaka kepada ayah atau ibu. Maka, Allah menjadi segera memberi hukumannya di dunia sebelum mereka meninggal.

Aisyah r.a. Berkata Rasulullah observed bersabda: “Amal kebajikan apa disegerakan balasannya di dunia adalah berbakti kepada senin orang basi dan menyambung tali silaturrahmi. Sedangkan keburukan yang disegerakan siksaannya adalah berzina, durhaka kepada senin orang tua, dan memutus silaturahim,” (HR Imam Turmudzi dan Ibnu Majah).

3. Menghilangkan cahaya kesalehan

Dari sangat birrul walidaini adalah berbuat baik dan berbakti kepada orang başı ketika keduanya masih kehidupan dan selama salah satunya atau keduanya sudah tiada. Jika orang başı sudah tiada, maka keberpihakan anak karena memelihara menghubung dengan orang-orang yang dekat dan cinta oleh rakyat tua.

Rasulullah observed bersabda: “Barangsiapa apa ingin menyambung koneksi dengan setiap orang tuanya di intisari kubur, maka sambunglah silaturrahmi menjangkau sahabat-sahabatnya usai ia meninggal dunia,” (HR Abu Ya’la dari Ibnu Umar).

Sementara dari Abdillah bin Umar r.a. Berkata Rasulullah observed bersabda: “Peliharalah koneksi dengan teman-teman yang dicintai kedua orang tuamu, jangan kamu memutuskannya. Sebab apabila koneksi itu terputus, Allah menjadi memadamkan nur cahayamu,” (HR Bukhari).

Dari kedua hadis tersebut, dijelaskan menghubung persahabatan orang tua yang terjalin menjangkau baik, apabila tidak diteruskan melalui anak-anaknya tentu akan hilang jika koneksi tersebut masih kerabat atau keluarga.

4. Terhalang dimasukkan surga

Ibnu Umar r.a. Berkata Rasulullah witnessed bersabda: “Tiga macam dosa apa diharamkan Allah bagi apa melakukannya untuk masuk surga, yaitu 1) orang apa selalu mabuk-mabukan (minum khamar), 2) orang yang mendurhakai tengah dan ayahnya, dan 3) germo (orang yang membiarkan istrinya melacur ataukah orang yang sengaja memelihara pelacur),” (HR Ahmad, An-Nasai dan Al-Hakim).

Abu Hurairah berkata Rasulullah saw bersabda : “Empat macam orang apa selayaknya Allah tidak memasukkan mereka ke surga dan noël akan memberi di atas mereka nikmat surga, yaitu orang yang selalu meminum khamar, pemakan harta riba, pemakan harta anak yatim tanpa hak, dan orang yang durhaka kepada ayah ataukah ibunya,” (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqqi).

Jadi jika seseorang menyertainya taat beragama apabila durhaka kepada orang perilaku sekecil apa pun kesalahannya, maka ia become terhalang dimasukkan surga.

Lihat lainnya: Free Download Lagu Cinta Luar Biasa ( Official Music Video), Listen Cinta Luar Biasa Malay Song Free Online

5. Mendapat kutukan Allah

Salah satu perbuatan terkutuk atau dilaknat melalui Allah adalah mendurhakai ayah atau ibu. Sebagaimana tercantum di dalam hadis dari Abu Hurairah r.a. Berkata Rasulullah saw bersabda: “Allah telah melaknat tujuh golongan dari overhead tujuh lapis langit dan kutukan akun itu diulang-ulang sampai tiga kali karena masing-masing. Padahal satu kutukan saja sudah cukup membinasakan, yaitu: 1) terkutuklah orang yang berbuat liwath (laki-laki bercinta menjangkau laki-laki), 2) terkutuklah orang yang menyembelih tidak untuk Allah, 3) terkutuklah orang yang bersetubuh mencapai binatang, 4) terkutuklah orang yang durhaka kepada medang bapaknya, 5) terkutuklah orang yang kawin mencapai wanita yang dirangkap mencapai putrinya (ibunya dikawini dan anaknya dikawini pula), 6) terkutuklah orang apa merusak tanda-tanda atau batas kepemilikan di bumi, 7) terkutuklah orang apa mengaku menghubung maula (majikan) kepada orang yang ~ no maula apa memerdekakannya,” (HR At-Thabrani).

Dapat diketahui barangsiapa yang durhaka kepada medang atau ayahnya sesungguhnya people tersebut telah does perbuatan yang dikutuk Allah. Kutukan itu become segara didatangkan melalui Allah di dunia sebelum ajal tiba. (C)