*
Istilah "I heart You" akhir2 ini menjadi populer spesial di kalangan masa pubertas Indonesia. Istilah ini were sebuah "trend" baru sebagai sebuah ungkapan kasih sayang. Banyak yg benefit istilah ini sambil dipadukan dengan istilah "cenat-cenut", yg oke, walaupun terdengar catchy abis, tapi menurut bertaruh kesan yg ditimbulkan sama terlalu banyak ga ada cool2nya. Therefore guys, ga usah berlagak cenat-cenut kalo lagi fall in love. Be yourself aja, remain cool, buat menurut bertaruh kalo kalian mencoba ikut2an bersikap ala grup musik tertentu yg terdiri dari segerombolan cowo alay yg ga nyadar tampang mereka sendiri, lagunya nyontek lagu-lagu orang lain, dan jogetnya kayak dakocan kesetrum menemani itu sama sekali ga ada bagus2nya, hehe.Oke kembali to topic. Istilah "I love You" ini, apabila gantung coba maknai menjangkau filosofi dan pengalaman2 hang tentang cinta, mungkin punya arti yg sangat luas menyukai samudra Pasifik dikalii dua puluh tiga dan sangat batin bagaikan sumur favoritnya Sadako di film The Ring. Tapi sekali lagi, ini just redefinisi ulang secara subyektif oleh bertaruh dan bertaruh yakin ga semua people berpikir pintar dan kreatif such gua. Jadi kalo di antara kita ada yg ga ngerti akan maafkan saya yg hang omongin, jangan nyalahin diri kalian sendiri, tapi salahkan masa kecil kalian yg garink dan hampa acibe kurang ASI dan tatih tayang Ibu, hahaha.Saat untuk kita mencintai seseorang, kita memberikan potongan hati kita kepadanya. Untuk kita mengoyak diri kita sendiri, kenyamanan yg kita ya selama ini, dengan semoga bahwa setiap orang yg kita cintai itu menjadi balas memberikan bagian dari hatinya karena menambal kekosongan yg ada batin diri untuk kita tersebut. Namun maafkan saya yg terjadi saat kita hanya bertepuk sebelah tangan? Saat cinta kita noël berbalas, what yg ini adalah terjadi dengan publik yg ada pada trần kita? publik itu, kawan, akan always ada. Our heart is broken, a piece is missing, and it"ll tidak pernah be the exact same again.

Anda sedang menonton: Arti dari i heart you

*
Is it painful? of course, it is. Tapi begitulah yg namanya cinta.Gua sendiri, mungkin adalah satu dari sedikit people yg menganut filosofi "cinta tidak punya syarat", bagaimana itu? menurut gua, yg namanya mencintai tuh adalah memberi tanpa mengharapkan imbalan. Such kata Leo Buscaglia : "Love is selalu bestowed as a gift. Freely, willingly, and without expectation. Us don"t love to be loved; we love to love" mencapai kata lain, untuk kita mencintai seseorang ya untuk kita memang mencintai dia, bukan untuk mengharapkan rakyat itu juga balik mencintai kita. Yah, syukur2 kekasih kita ga bertepuk sebelah tangan, buat yg namanya cinta noël harus luaran itu bullsh!t kalo menurut gua. Tapi intinya adalah kita back ke pada hakikat dasarnya kekasih itu personally bahwa yg namanya kekasih tuh adalah sesuatu yg untuk kita berikan secara tulus, tidak punya tuntutan, dan tidak punya paksaan. Apabila ternyata people itu tidak membalas kekasih kita, memiliki kita jangan lantas dulu benci atau dendam donk. Menemani itu namanya pamrih, ndak cinta yg tidak punya syarat.Love is patient, love is kind. It does not envy, it melakukan not boast, that is not proud. The is no rude, it is not self-seeking, it is not easily angered, it keeps no record of wrongs. Love melakukan not delight in evil however rejoices through the truth. It always protects, selalu trusts, selalu hopes, selalu perseveres. ~ by 1 Corinthians 13:4-7 ~ Tapi juga bukan berarti untuk kita harus selama-lamanya stuck diatas satu orang. Terus berusaha, setengah maksa, setengah mohon2, supaya kekasih kita dibalas, dan ngikutin setiap orang itu 24 jam. Bukan, bukan kayak gitu. Itu sih namanya OBSESI BUTA. Niat gua, one day, untuk kita bakal cape sendiri dan memutuskan untuk move on. Tapi pada saat menyertainya tiba, kita televisi secara baik2, dan cinta yg telah itupenggunaan berikan pada seseorang itu memiliki relakan saja tersimpan batin memori kemudian kenangan errr...manis, dan also pahit, hehe. Ga usah kita inget2 terus kemudian sesuatu yg menyakitkan atau bikin trauma, tapi di sinilah cinta kita bener2 diuji mencapai satu ujian di atas yg mungkin adalah yg most berat : MERELAKAN.Ok, bagian belakang ke konteks "I heart You". The kebenaran is... I gave my heart away a long time ago, my totality heart... And I tidak pernah really obtained it back. Yup. Ditambah lagi 7 five terakhir tuh gua ngalamin berkali2 pengalaman slam bangun together cinta yang akhirnya always berakhir mencapai kegagalan. Memanggang kalo dianalogikan pantas konsep di atas, berarti hati gantung cuma membukukan segede UPIL aja donk? modern sisanya udah gua bagi2in tidak punya pernah dapet balasan? Hahaha. Yah pernyataan itu ga sepenuhnya salah sih, tapi also ga jenuh bener.Tuhan ga pernah kasih kita beban yg terlampaui kemampuan kita, enim dalam kasus gantung juga, dialah kasih hang hati yg sangaaaaaaat besar, yg ga become pernah habis walopun gantung terus2an patah hati. And don"t forget, love grow by giving. The love we give away is the only love us keep. The only method to maintain love is to offer it away. Nahhh, enim ini itu rahasianya. Walopun diatas akhirnya cinta hang bertepuk sebelah tangan, I never stopped love them. Ndak berarti hati bertaruh tuh mendua, mentiga, dan mentujuh sampai sekarang ya, tapi tiap luka, tiap retakan, tiap lubang yg ada di dalam trấn gua, itulah jejak cinta yg tak terbalas, yg pada akhirnya jadi bagian ourselves gua, sesuatu yg selama-lamanya dan noel akan pernah hilang. Kenangan. Wealth memori. That"s why, I"ll tidak pernah ran out of love.
*
Saat kita mencintai seseorang, kita memberikan bagian dari trần kita kepadanya. Dan saat kekasih kita noel terbalas, kita noël pernah mendapatkan kembali potongan yg telah itupenggunaan berikan itu. Tapi bukan berarti karena itu kita hanya mengalami kehilangan tidak punya pernah mendapatkan hasil apa2. Keberanian kita buat memberikan trấn kita, keberanian untuk mencintai, menyertainya adalah suatu pelajaran berharga, memori yg noël ternilai. Dan luka2 di dalam trần kita itulah yg menjadi bukti benar bahwa cinta itu ada, dan abadi adanya. The luka itself...is LOVE.Jadi kalo temen2 ada yg lainnya fall in love, jangan takut untuk bilang "I heart You". Jangan ragu2 untuk memberikan hatimu untuk orang yg kaucintai itu. Mencintai noel pernah merupakan sebuah kesalahan. Daripada punya hati yg kinclong, berkilau, sempurna bentuknya tapi tidak pernah mencintai, gua lebih bangga punya trần yg formatnya udah ga jelas babak belur dan sepenuhnya luka. Karena itu bukti benar bahwa hati gua sudah pernah mencintai.

Lihat lainnya: Cara Memilih Skincare Yang Tepat Untuk Kulit, Cara Memilih Skincare Sesuai Jenis Kulit

For the love us gave, is the love we keep. And also I"ll save loving on because that eternity...
*
Love is occasionally denied, sometimes lost, sometimes unrecognized, but in the end, selalu found with no regrets, forever valued, and kept treasuredPS : Cobain klik kata "upil" diatas ;p