reactora.net, champa - Beberapa days terakhir, pesan mengenai WhatsApp apa akan ditarik biaya back beredar. Dalam pesan apa disebar, WhatsApp disebut become menarik biaya untuk setiap pesan yang dikirim lewat aplikasi itu.

Anda sedang menonton: Benarkah whatsapp akan dikenakan biaya

"Mulai aku Senin hari berikutnya WhatsApp ini adalah dikenakan bayaran (biaya) karena sekarang WhatsApp cantik diakusisi melalui Facebook. Enim kalau their punya kandungan sekurangnya 10 orang, maka kirimilah mereka menodai ini," tulis pesan itu.


Pesan itu juga menyebut bahwa pengguna apa melanjutkan menodai ini menjadi mendapat gejala berupa logo WhatsApp berubah were biru. Perubahan cat itu menandakan bahwa pengguna aplikasi WhatsApp siap gratis.


Kepastian mengenai berita ini merupakan hoaks juga sudah diumumkan malalui sejumlah pegiat anti hoaks, such Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) dan situs Turn kembali Hoax darimana 2017.

Saat dikonfirmasi Tekno reactora.net, Plt. Utama Biro hubungan masyarakat Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ferdinandus Setu, juga menyebut pesan apa beredar di WhatsApp itu merupakan hoaks.

"Ini hoaks. Informasi ini siap lama muncul di internet dan kembali marak di dalam dua aku terakhir ini. Insula tersebut tidak benar," tulis Ferdinandus saat dihubungi via pesan teks.


2 dari 3 halaman

Menkominfo: Jangan pakai VPN buat Akses WhatsApp


*

Perbesar
Menkominfo Rudiantara di Seminar Konsolidasi buat Sehatkan industri Telekomunikasi. Dok: Indonesia technology Forum
Selain penyebaran hoaks tersebut, pemerintah sendiri saat ini tengah cakupan pengiriman data berupa gambar dan video clip di aplikasi WhatsApp. 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara pun sarankan agar pengguna media sosial (medsos) noël mengakses aplikasi pesan WhatsApp dan media sosial oleh VPN (virtual exclusive network).

Hal ini diinformasikan Rudiantara usai banyaknya pengguna net Indonesia apa mengakali akses medsos dan WhatsApp keuntungan VPN, pasca dibatasinya akses terhadap medsos di Indonesia per Rabu 22 Mei 2019.

Kedua, menurut Rudiantara, penggunaan VPN bisa were akses bagi masuknya malware ke smartphone. "Kalau gratis, hindari. Pokoknya hindari menggunakan aplikasi WhatsApp melalui VPN," ucap Rudiantara.

 


*

Rudiantara mencontohkan penggunaan VPN yang marak dilakukan di Tiongkok buat akses terhadap aplikasi-aplikasi luar yang diblokir.

"Di Tiongkok, WhatsApp noël bisa, tetapi manfaat VPN bisa, tetap kerusakan memakai VPN," tegasnya.

Rudiantara mengatakan, kecuali pengguna web mau dibayar sebesar Rp 2-3 juta buat mengakses VPN berbayar, lebih baik mereka menghindari penggunaan VPN.

Lihat lainnya: 65+ Kata Kata Putus Cinta Bijak

Terkait dengan while pemerintah akan membuka akses sepenuhnya terhadap media sosial dan aplikasi pesan WhatsApp, Rudiantara tak memberikan tanggal pastinya. 

Ia hanya menuturkan, jika situasi dirasa cantik kondusif, pemerintah become membuka akses sepenuhnya ke media sosial. 

"Saya noel bisa tetapkan besok atau lusa (membuka akses nanti media sosial), saya harap situasi kembali normal," tuturnya. 

(Dam/Ysl)

Saksikan Video opsi Berikut Ini: 


Sejumlah media sosial dibatasi demi meminimalisir hoaks setelah demo 22 Mei. Beberapa pengguna beralih manfaat VPN yang ternyata berbahaya.