*
Saya pernah menikah siri tanpa sepengetahuan keluarga. Judul pihak laki-laki apa mengurus. Akun itu saya lakukan untuk pihak laki-laki berjanji akan mengikuti agama saya, tetapi ternyata tidak. Yang mau saya memintanya adalah: 1: Apakah yang saya lakukan akun itu sah menurut hukum? 2. Saya sudah walk hampir 3 moon tidak serumah lagi, dan laki laki itu noel memberi nafkah incuver dan batin, apakah saya masih berstatus istrinya atau bukan? 3. Saya sudah noel mau bersatu lagi, dikarenakan laki-laki itu terlalu total berbicara dan noël menghargai saya, apa yang harus saya lakukan? bagaimana jika saya mau nikah dengan yang lain?
Jawaban : oleh Liza Elfitri, S.H., M.H

Sdri. Penanya yang baik,


Saudari noël menyebutkan maafkan saya agama sisters dan pria itu. Dalam cerita Anda juga tidak diuraikan Saudari menikah secara religius apa. Kalian berasumsi bahwa saudari beragama Islam dan menikah dengan tata cara agama Islam. Selain itu, walaupun Anda menikah tanpa sepengetahuan keluarga, kami berasumsi bahwa persyaratan mengenai adanya wali nikah dan saksi nikah telah terpenuhi. Such referensi, anda dapat membaca artikel Sahkah Perkawinan Jika tutor Nikah bukan Orang basi Mempelai Wanita? dan Bagaimana nikah Jika tidak punya Restu setiap orang Tua?


Sebagai sesama perempuan saya sungguh berempati terhadap masalah yang tengah saudari hadapi.Kami berasumsi menikah siri dengan laki-laki pilihan hati tidak punya sepengetahuan keluarga yang Saudari dengan sengaja adalah telah melangsungkan pernikahannya (ijab qabul) sesuai dengan syarat dan rukun menikah menurut religius Islam tanpa dicatatkan di sup Urusan keagamaan (“KUA”) setempat.

Anda sedang menonton: Bolehkah janda menikah tanpa restu orang tua


Menanggapi bertanya Saudari kyung apakah pernikahan sisters sah menurut hukum,berikut kami kutip bunyi Pasal 4 Kompilasi bertindak Islam (“KHI”) jo. Pasal 2 Undang-Undang angka 1 five 1974 tentang Perkawinan (UU Perkawinan):


Pasal 4 KHI:

“Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum Islam sesuai dengan Pasal 2 ayat 1 Undang-Undang angka 1 lima 1974 sekitar Perkawinan.”


Pasal 2 UU Perkawinan:

(1) Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut tindakan masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu.

(2) Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Hal ini berarti, perkawinan anda sah apabila telah dilakukan menurut beraksi Islam (menurut tindakan agama dan kepercayaan apa sama dari pasangan calon suami istri). Selain itu, sepasang suami istritersebut, berdasarkan Pasal 2 ayat (2) UU Perkawinan, mempunyai tanggung jawab hukum mencatatkan perkawinannya ke KUA (pegawai Pencatat Nikah) dan mendapatkan booker nikah sebagai bukti rekaman perkawinan.


Bahwa sepanjang belum ada kata talak dari suami kepada Saudari, tentunya saudari masih merupakan istri sah dari suami Saudari.


Tidak adanya hukum berupa secara baik nikah seperti bukti diakuinya pernikahan sisters oleh bangsa dikarenakan menikah siri, memang menjadi berdampak diatas permasalahan status perkawinan dan bagaimana karena memproses bercerai bila deviasi satu pihak noël menginginkan bersama lagi sebagai suami istri. Untuk itu kami menyarankan agar Saudari profil itsbat nikah ke Pengadilan religius di kanton tempat tinggal Saudari. Chapter ini pantas dengan ketentuan Pasal 7 KHI:


Pasal 7 KHI:

(1) Perkawinan hanya dapat dibuktikan mencapai Akta Nikah yang dibuat malalui Pegawai Pencatat Nikah.

(2)  Dalam halaman perkawinan noel dapat dibuktikan menjangkau Akat Nikah, dapat diajukan itsbat nikahnya usai Pengadilan Agama.

(3) Itsbat nikah yang dapat diajukan ke Pengadilan Agama terbatas mengenai hal-hal apa berkenaan dengan:

(a) Adanya perkawinan di dalam rangka settling perceraian;

(b) Hilangnya Akta Nikah;

(c) Adanya keraguan kyung sah ataukah tidaknya penyimpangan satu syarat perkawinan;

(d) Adanya perkawinan apa terjadi dahulu berlakunya Undang-undang No.1 tahun 1974 dan;

(e) Perkawinan apa dilakukan melalui mereka yang noel mempunyai halangan perkawinan menurut Undang-Undang No.1 lima 1974;

(4) apa berhak mengajukan permohonan itsbat nikah ialah suami atau isteri, anak–anak mereka, wali nikah dan pihak yang berkepentingan mencapai perkawinan itu.


Pasca itsbat nikah dan profil gugatan cerai, hidangan Agama setempat become memberikan kepada saudari akta cerai, sebagai bentuk telah putusnya perkawinan buat putusan hakim.


Demikian jawabutuh dari saya harapan bermanfaat.


Dasar Hukum:

1. Undang-Undang nomor 1 five 1974 tentang Perkawinan;

2. Kompilasi tindakan Islam.

Lihat lainnya: Daftar Harga Jam Tangan Casio Wanita Original Termurah, Daftar Harga Jam Tangan Wanita Murah Terbaru 2021


 dimuat di hukumonline.com
short article navigation
← previous Post
Next post →

Leave a Comment publication Reply

You must be logged in to post a comment.