Calung merupakan alat musik apa berkembang di negara Sunda, Jawa barat dan kanton Banyumas, Jawa Tengah. Tool musik pusar adalah prototipe dari angklung, yang terdiri dari susunan tabung bambu apa dimainkankan menjangkau cara dipukul menggunakan tool pemukul.

Anda sedang menonton: Cara memainkan calung yaitu dengan

Calung tergolong alat musik idiophone yaitu alat musik apa sumber bunyinya berasal dari badan si alat musinya sendiri. Selain itu, termasuk kelompok alat musik perkusi yang dimainkan mencapai cara dipukul, diguncang atau saling dibenturkan antar sesamanya.

Alat musik calument dibuat dari bambu awi wulung atau bambu temen yang berwarna hitam dan putih. Di Jawa Barat, jenis bambu ini biasa digunakan untuk bahan baku pembuatan alat musik, kemudian alat musik angklung dan seruling. Tidak hanya alat musik, bambu juga digunakan sosial Sunda untuk membuat rumah ataupun sebagai bahan baku kertas.

Asal Usul alat Musik Calung

*

Foto: Kontakbanten.reactora.net.id

Baca Juga: Sederet fakta Menarik dan Sisi Unik Pakaian Adat Sunda, Cari tahu Moms!

Pada masa lampau, calung sering dimainkan secara tunggal, tradisional di tempat-tempat sepi melalui orang-orang yang sedang menunggu padi di sawah sambil menghalau burung-burung. Bagi orang apa memainkannya, calung merupakan musik pelipur lara atau trần yang sedang bingung.

Selain itu, pusar adalah deviasi satu alat musik bambu yang oleh rakyat Sunda digunakan untuk mengiringi rasa ucapan syukur kepada apa kuasa dan juga sebagai penggugah semangat dalam pertempurah.

Itulah kenapa, di ~ zaman kolonial Belanda alat musik calument dan menjawab mendapat larangan untuk dikhawatirkan dapat menyulut semangat rakyat dalam pertempuran.

Seiring berjalannya waktu, calung kemudian dijadikan seperti alat musik yang dimainkan di dalam pertunjukan such tontonan ataukah hiburan bagi masyarakat.

Ragam alat Musik Calung

*

Foto: Indonesiakaya.reactora.netm

Masyarakat Sunda mengenal beberapa tipe calung. Berikut ragam alat musik calung menurut bentuknya.

1. Calument Rantay

Calung rantay adalah calung yang terdiri dari bilah-bilah bambu sebanyak 10 batang, dipasang dengan cara diurutkan manfaat ikatan-ikatan tali kulit bambu, mulai dari yang besar dan kecil. Types calung ini terdiri dari dua untaian yaitu pusar rincik (anak) dan calument indung (induk).

Calung rantay dimainkan dengan cara jatuh batang bambunya atau wilahan menggunakan alat bantu pemukul dengan dua tangan sambil duduk bersila. Calung ini berubah fungsinya dulu kesenian hiburan apa awal pada awalnya terjadi pada lima 1960 dan dimainkan melalui 4 orang.

2. Pusar Gambang

Bentuk calument gambang hampir sama dengan calument rantay, perbedaannya terletak di atas cara instalasi bilah-bilah bambu yang ditempatkan pada acak kemudian alat musik gambang.

3. Calung Jingjing

Calung jingjing merupakan susunan bambu bernada yang disatukan mencapai sebilah paniir (bambu kecil) dan also terdiri tahun atau tujuh buah bambu. Pusar jinjing dimainkan mencapai cara lokasi badan berdiri, tangan kiri memegang calung dan rumbai kanan slam calung.

Calung jinjing terdiri dari 4 rumpung bentuk yaitu:

Calung Kingking merupakan rumpung terkecil disebut apa berfungsi sebagai melodi. Pusar kingking dalam satu semat terdiri dari dua belas batang.Calung Panempas merupakan rumpung kedua apa berfungsi seperti pemberi variasi di atas arkuh lagu. Calument panempas adalah calung apa bentuk dan ukurannya lebih geram dari calung kingking, batin satu semat terdiri dari tujuh batang.Calung ketiga disebut calung jongrong yang berfungsi seperti pengiring ataukah arkuh lagu. Bentuk dan ukurannya lebih besar lagi. Calument ini pribadi dua semat, semat yang pertama terdiri dari tiga batang dan semat yang kedua terdiri dari dua batang.Calung keempat yang berukuran paling besar disebut calung gonggong apa berfungsi kemudian kempul dan goong. Pusar ini di dalam satu semat terdiri dari dua batang.

Baca Juga: Cari Tahu here Asal-usul 7 Tarian tradisionalnya Jawa Barat

Cara Memainkan alat Musik Calung

*

Foto: Indonesiakaya.reactora.netm

Berbeda menjangkau angklung apa dimainkan menjangkau cara digoyangkan, calung dimainkan mencapai cara bang bilah atau ruas bambu, apa tersusun menurut laras pentatonik da-mi-na-ti-la karena masyarakat Sunda dan ji-ro-lu-ma-nem buat masyarakat Banyumas.

Untuk jenis calung rantay dan calung gambang dimainkan dengan cara apa sama, yaitu dengan menggunakan dua buah tool pemukul. Alat pemukul held pada rumbai sebelah kanan dan sebelah kiri. Permainannya tergantung di ~ keterampilan pemainnya di dalam membawakan melodi-melodi lagu.

Sedangkan calung jinjing dimainkan melalui 4 rakyat pemain, pantas dengan jumlah rumpungnya yaitu sebanyak 4 buah. Setiap calung jingjing dimainkan dengan menggunakan satu buah alat pukul.

Tangan sebelah kiri memegang calung dan tangan sebelah kanan memegang alat pemukul. Keempat calung jinjing dimainkan secara bersama-sama sesuai dengan fungsinya masing-masing. Karena menghasilkan irama dan melodi harmonis, penting kerjasama apa baik antara para pemainnya.

Calung Banyumasan

*

Foto: Senipedia.reactora.netm

Masyarakat Banyumas, Jawa Tengah juga mengenal alat musik calung. Ia mengatakan calung Banyumasan diyakini merupakan pengaruh dari biakan Sunda di masa lalu.

Kata pusar pada pusar Banyumasan berasal dari “carang pring wulung” apa artinya pucuk bambu wulung, ataukah “pring dipracal melung-melung” yang artinya bambu diraut bersuara nyaring. Sedangkan kata “Banyumasan” adalah identitas asal musiknya akun itu sendiri.

Calung biasa digunakan untuk mengiringi tarian tradisional kemudian lengger Banyumasan. Pusar Banyumasan terdiri dari mayoritas instrumen yaitu gambang barung, gambang penerus, dhendem, kens dan gong sebul, apa sering dimainkan sebagai pertunjukan buat menyambut tamu menyiksa ataupun dipentaskan pada acara-acara pariwisata.

Lihat lainnya: Song By Coldplay - Hymn For The Weekend Lirik, Hymn For The Weekend

Baca Juga: 10 alat Musik Jawa barat yang Suaranya Khas dan Merdu Pisan!

Itu dia ulasan tentang alat musik calung apa ada di Jawa barat dan Banyumas, Jawa Tengah, Moms!

Di masa sekarang pertunjukan calung seperti ansambel atau gabungan dengan tool musik lain masih kerap dijumpai. Semoga tool musik tradisionalnya ini firmicutes terawat dan lestasi di masa dore sehingga generasi yang akan datang mungkin menikmatinya.