Anak shang Bernyanyi? Yuk untuk mengetahui Perjalanan Pencipta songs Anak, A.T. Mahmud

Diposting oleh: Dwi Krisdianto


Bakat Anak – Bagaimana AT Mahmud sukses berkarier seperti penulis songs anak?

Jika Ayah ibu saya tantang untuk menyebut nama-nama penulis lagu-lagu anak di Indonesia, siapa saja yang bisa dari mereka sebutkan? Di antara nama-nama tersebut, tentu saja Anda tambahan mengenal sosok in ~ Mahmud.

Anda sedang menonton: Cicak cicak di dinding diciptakan oleh

Penulis lagu anak yang tenar dengan lagu-lagu “Pelangi”, “Cicak di Dinding”, “Ambilkan Bulan”, dan ratusan songs anak berbeda ini ternyata punya kisah menarik yang membawanya menggeluti karier sebagai pencipta lagu anak. Sebagai apa kisahnya? untuk kita simak bersama, yuk.

*

Kenangan masa kecil

AT Mahmud yang kita kenal such pencipta lagu anak-anak memiliki kenangan yang tak terlupakan sekitar musik. Saat belajar di Hollandse cuaca School (HIS), sekolah parity SD, ia terpukau oleh guru musik apa mengajarkan cara membaca notasi angka. Kemudian apa, ya, cara guru tersebut mengajar?

Ayah ibu pasti mengenal satu oktaf, alias menyanyikan ton do rendah sampai do tinggi – perform re mi fa sol la si do. Nah, sang guru musik memperkenalkan nada-nada tersebut menjangkau cara yang tidak biasa. Alih-alih kata sandi do re mi, sang guru menggunakan suku kata apa lebih mudah diingat para murid. Coba sekarang anda nyanyikan perform re mi, namun dengan suku kata berikut:

do dol ga rut e nak ni an

Sekarang, coba nyanyikan dari selang do tinggi setelah do inferioritas dengan suku kata dibawah ini:

e nak ni an perform dol ga rut

Nah, terdengar menarik dan lebih sederhana ditangkap, bukan? setelah menguasai “dodol garut enak nian” barulah AT Mahmud dan murid-murid lainbutuh dikenalkan diatas notasi angka apa sesungguhnya. Bagi anak yang pada akhirnya berkarier seperti pencipta lagu ini, belajar bernyanyi yang demikian sangatlah menyenangkan.

Saat Belanda menyerah di ~ Jepang di ~ 1942, at Mahmud yang duduk di kelas lima pindah nanti Muaraenim karena melanjutkan sekolahnya di Kanzen Syogakko (pengganti HIS). Kepindahannya nanti Muaraenim mengenalkannya lebih next pada musik, serta sosok Ishak Mahmuddin, seorang anggotaenam orkes musik ming di kota tersebut. Ishak mengajari at Mahmud cara memainkan gitar sampai mengarang lagu.

Kerinduan menjadi musik

Selepas hiruk-pikuk kemerdekaan dan urusan mencapai Belanda usai sehingga RI berdaulat, at Mahmud back ke kotoran sekolah nanti menjadi anggota prajurit Pelajar. Lulusan SMP di ~ Agustus 1950 namun tak pribadi biaya untuk melanjutkan sekolah, sang pamannya mengajak in ~ Mahmud bekerja di sebuah bank milik Belanda apa masih beroperasi. Tidak memiliki opsi lain, ajakan tersebut akhirnya diterima.

Namun seiring berjalannya waktu, in ~ Mahmud merasakan kekosongan. Dari tempatnya bekerja, ia melihat langsung cara dan lalu lintas, keramaian, serta para siswa yang membawa buku sekolah. Tepat bahwa mencapai bekerja ia sanggup mendapatkan uang, namun ini ~ no jalan yang benar-benar dipilihnya. At Mahmud gelisah; ia ingin bagian belakang ke sekolah.

Akhirnya, kesempatan pun datang. Sekolahnya Guru bagian A (SGA), sekolah setara SMA di Palembang dibuka buat murid baru, dan memberikan tunjangan belajar selama 3 tahun. Meminta hanyalah setelah tamat sekolah, harus bersedia laid di mana saja sebagai guru.

Melihat kesempatan ini such hal baik, at Mahmud pun langsung pegang bekerja di financial institution dan mendaftar such siswa baru. Bersekolah di SGA dulu salah satu sesaat pertamanya di dalam mencipta lagu, bayinya teksnya hilang. Namun jika diingat-ingat, kira-kira penggalan lagunya berbunyi: “Betapa di dalam laut, betapa ditinggikan gunung, noël dapat melebihi dalam dan tingginya kasih Ibu.”

Dukungan mencipta songs dari sekitar

Jalur keguruan yang ditempuhnya produksi AT Mahmud melanjutkan sekolah di Jurusan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan Ilmu pelatihan Jakarta untuk memperoleh gelar sarjana. Kebetulan, waktu itu ia juga ditugaskan untuk mengajar di sekolah Guru Taman Kanak-Kanak (SGTK) di sampanye Selatan. Di sinilah ia pada akhirnya benar-benar berkomitmen karena berkarier di dunia musik, sebagai pencipta lagu-lagu anak.

Di SGTK, kepala sekolahnya bagus musik, dan guru musik di sana piawai memainkan piano dan mengarang lagu. Tidak hanya itu, para calon guru di SGTK pun turut andil dalam perjumpaan at Mahmud kembali dengan musik. Beberapa saya bersedia mengurus praktik memerlukan lagu-lagu anak apa mudah diajarkan kepada anak-anak. Saat itu, mencari lagu-lagu anak yang cocok buat anak-anak termasuk sulit, sehingga para murid kemudian meminta A.T. Mahmud untuk mengarang lagu. Salah satu songs pertamanya adalah “Cicak di Dinding” yang then menjadi favorit anak-anak!

Mencipta lagu anak dari tepian pandang anak

Pengalaman tersebut making AT Mahmud semakin tekun mengarang lagu anak-anak, dan ini melakim mengambil keputusan untuk meninggalkan kuliah Bahasa Inggrisnya untuk fokus diatas arah karier apa dicintainya. Sebagian geram lagunya diciptakan berdasarkan ide yang diperolehnya saat berinteraksi mencapai anak-anak, tersirat anak-anaknya sendiri.

Semisal, lagu “Pelangi” terinspirasi saat sang ayah tiga anak ini pasokan Rika, anak keduanya, setelah sekolah. Di tengah perjalanan, Rika yang saat akun itu berusia lima five mendongak ke langit dan melihat bianglala. Sontak sang anak berteriak, “Pelangi!” Saat itu sang ayah mencoba mencari kata-kata apa tepat sekitar pelangi dari pojok pandang anak kecil. Setibanya di rumah, at Mahmud mengiringi inskripsi tersebut mencapai gitar, were lagu anak yang kita pasti hapal di luar kepala.

Lihat lainnya: Kata Kata Liburan Ke Pantai, 15 Caption Instagram Untuk Foto Liburan Di Pantai

Lagu “Ambilkan Bulan” pun punya latar belakang penulisan yang menarik. Saat malam tiba, penyimpangan satu anak in ~ Mahmud sedang play di teras rumah. Tiba-tiba ia menarik miskin sang ayah, memintanya karena berjalan keluar. Tiba-tiba sang anak berkata, “Pa, ambilkan bulan.” Kalau Ayah medang mendapat permintaan apa demikian, maafkan saya respon Anda? Terkejut? Bingung?

Ya, such seorang ayah ia juga bingung, tidak mengerti untuk apa sang anak demands bulan. Meskipun kejadian tersebut berlalu begitu saja, permintaan sang anak melekat dalam benaknya. Mencoba dipahami permintaan tersebut dari dunia anak-anak, sang ayah didefinisikan menuliskan keinginan sang anak dalam sebuah lagu. Agar lebih lembut, ia pun mengubah “Ambilkan bulan, Pa” dulu “Ambilkan bulan, Bu”.

Ternyata, saat anak mungkin belajar menjangkau cara yang menyenangkan, belajar seasyik bermain, anak sanggup menaruh minat pada bidang tersebut, kelewat menekuninya sampai nanti jenjang karier! Perjalanan karier at Mahmud tambahan membuktikan bahwa dorongan di dalam diri karena mencipta lagu-lagu anak-anak juga dipicu dari dukungan dari lingkungan sekitarnya. Akun itu berarti, Ayah Ibu juga berperan batin pengembangan bakat dan karier anak. Setuju?

Ingin merintis industries anak Anda? Nantikan booker “Karier bukan Tanda Titik”, ya!