Mutu pelatihan suatu country merupakan cerminan dari country tersebut. Jika pendidikannya berkualitas, maka sanggup dipastikan country tersebut ...

Anda sedang menonton: Fakta tentang pendidikan di indonesia


Mutu pendidikan suatu bangsa merupakan cerminan dari bangsa tersebut. Jika pendidikannya berkualitas, maka mungkin dipastikan bangsa tersebut merupakan bangsa apa besar dan menghargai pendidikannya. Deviasi satu tolok ukur yang dulu keberadaban country adalah kualitas pendidikannya apa bermutu Indonesia. Sebagai salah satu negara yang berkembang, taraf pendidikan di Indonesia masih tergolong turun jika dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Asetnya pendidikan apa masih berpusat di kota merupakan problema country ini yang hingga saat ini belum tuntas juga. Pelatihan yang noel merata, spesial di quenn terpencil seakan sebagai mata rantai yang tak pernah putus ujungnya.
Image Credit

Pendidikan merupakan tonggak suatu negara yang noël bisa di tawar lagi. Jika pendidikannya baik, maka di jamin generasi penerus bangsa become bisa meneruskan segala problema country ini dengan baik pula. Seperti generasi muda, ayo itupenggunaan turut building mutu pendidikan apa lebih baik tentunya.
Sebenarnya apa saja yang menyebabkan mutu pendidikan di Indonesia berkurang? temukan dan simak fakta berikut ini :
Sistem yang just berpaku pada booker paket inilah apa perlu di ubah persepsinya. Sebuah booker memang diperlukan sebagai bagian dari tangani itu belajar mengajar, namun noël harus berpaku pada secara baik tersebut. Selama ini, mahasiswa hanya berkutat menjangkau buku-buku yang sudah di tentukan melalui para pendidik.
Sehingga mahasiswa noël memiliki wawasan apa luas dan hanya berkutat di atas seputar booker tersebut. Sudah sebaiknya sistem ini diubah. Pembelajaran apa baik adalah pelajaran apa berasal dari sumber manapun. Dengan bien sumber otoritas untuk dipecahkan tepercaya. Di zaman teknologi apa serba canggih seperti saat ini, mencari insula dan referensi mungkin secepat kilat. Dengan hanya bermodal hubungan internet, semua sanggup didapatkan.
Kehadiran booker paket, hanya akan were buku officially dan hanya sebagai kewajiban apa semata-mata dibeli melalui siswa apa bersangkutan. Jika cantik begitu, jangan harap siswa akan membaca booker tersebut. Mayoritas guru ini adalah mewajibkan siswa tersebut buat membeli buku. Bab inilah yang salah. Buat nantinya siswa become berpikir akan mendapat cost jelek jika noël membeli buku tersebut.
Sekilas menilik pembelajaran di Indonesia belakangan ini, beberapa tahun sebelumnya cantik mengalami mayoritas perubahan. Awal dari pemfitnahan kurikulum dari KBK hingga menjadi KTSP. Hampir setiap menkes mengganti kurikulum lama menjangkau kurikulum apa baru. Namun, adakah apa berbeda dari terms pembelajaran di sekolah-sekolah? TIDAK. Untuk pembelajaran di sekolah sejak jaman dulu masih memakai kurikulum booker paket.
Sejak era 60-70an, Pembelajaran di kelas tidak jauh various dengan sebelumnya. Apapun kurikulumnya, pendidik just mengenal booker paket. Materi batin buku paketlah yang dulu “ACUAN” pengajaran guru. Sebagian Guru tidak pernah mencari sumber catatan lain kemudian acuan belajar.
Hingga kini diterapkanlah kurikulum baru. Yakni, Kurikulum 2013 yang were acuan pembelajaran saat ini. Kurikulum apa dicetuskan mantan menkes Pendidikan, Moh. Nuh ini crowd menuai protes karena tidak pantas dengan kemungkinan siswa. Siswa dituntut buat lebih lama di sekolah menjangkau berbagai kegiatan akademik yang berjalan hingga dimensional hari. Sistem Pekerjaan Rumah (PR) apa begitu kawanan sehingga membuat siswa jenuh.
Belum lagi, dengan mengganggu guru apa bersangkutan. Guru tambahan dituntut just sebagai fasilitator saja di di dalam pembelajaran. Chapter ini memang menjadi penekan siswa menjadi aktif, namun noel menutup kemungkinan siswa hanya akan dulu generasi "copas"(copy paste). Untuk siswa ini adalah berpikir dengan ambil cara apa mudah dan cepat, yakni search sumber otoritas untuk dipecahkan dari net apapun. Padahal insula tersebut belum tentu merupakan sumber referensi yang bisa dipercaya dan belum tentu benar.
Fenomena apa terjadi saat ini di tingkat sekolah adalah masih diterapkannya pembelajaran dengan metode sistem ceramah apa kurang efektif. Metode ceramah memang diperlukan, namun just sebagai pengantar saja di ~ sistem pembelajaran.
Jika cantik memasuki bab apa akan dibahas, perilaku dengan menggunakan aset diskusi tentu lebih baik untuk diterapkan. Dari membahas inilah, siswa akan di ajak karena meningkatkan kemampuan nalarnya lebih luasbutuh lagi. Perbedaan dengan cara ceramah, hanya akan membuat siswa dulu mengantuk. Bukannya bisa menyerap materi pelajaran yang disampaikan guru, siswa menjadi cenderung lupa atau bahkan tidak mengeri sama begitu banyak, begitu banyak terhadap what yang guru sampaikan.
Mungkin manner pembelajaran yang menjadi favorit sebagian guru hanya satu, yaitu cara berceramah. Untuk berceramah itu menyudahi dan ringan, tanpa modal, tidak punya tenaga, tanpa persiapan yang rumit, cara ceramah dulu metode terbanyak apa dipakai guru untuk memang just itulah metode yang benar-benar di kuasai kemudian besar guru.
Pernahkah guru mengajak anak menyiasatinya sekolahnya untuk belajar? Pernahkah guru membawa siswanya melakukan percobaan di intisari lingkungan sekitar? Atau, pernahkah guru membawa seorang ilmuwan langsung datang di kelas karena menjelaskan profesinya? mungkin hanya satu alasannya, yaitu Biaya. Another dan lagi terkendala dengan masalah biaya.
Mungkin, sebagian guru berpikir, menjangkau menuntaskan tugasnya untuk mengajar, bab itu cantik lebih dari cukup karena tidak ada anggaran dana karena hal itu. Di sinilah kesejahteraan seorang guru perlu dipertimbangkan. Untuk guru merupakan generasi pencetak bangsa.
Guru hanya menyampaikan maafkan saya yang ia ketahui tanpa mendapatkan feedback dari anak didiknya. Sehingga siswa masser menelan begitu saja informasi apa diterimanya. Apakah ini merupakan suatu pembelajaran apa efektif ? tentu saja tidak, buat siswa hanya sebagai penerima informasi, bukan sebagai anak didik apa bisa timbul ilmunya lebih luas lagi.
Metode ceramah memang mendesak baik diterapkan guna memberikan contoh dan informasi yang akan disampaikan kepada siswa. Namun, manner ceramah ini sebaiknya dilakukan pada saat yang tepat. Misalnya, diatas saat diskusi, jika ada siswa apa kurang untuk mengerti maka siswa tersebut persyaratan penjelasan lebih lanjut pada guru apa bersangkutan. Inilah saatnya guru memberikan bersinar secara fullest dan jelas mengenai mata pelajaran yang noel dimengerti.
Fasilitas turut menunjang di batin proses kegiatan Belajar Mengajar. Jika tekad belajar cantik bulat namun noël didukung melalui fasilitas, tentu akan bertanding jadinya. Bisa ~ di lihat, dari sarana dan prasarana apa kurang terjadi di sekolah-sekolah terpencil. Perbedaan halnya yang terjadi di kota-kota besar. Mencapai fasilitas apa cukup fullest dan memadai, mereka mungkin mengenyam training dengan baik.
Kesadaran pemerintah dalam meningkatkan fasilitas sarana belajar harus dipertanyakan. Setiap sekolah berhak mendapatkan fasilitas yang lebih baik tentunya, begitu also dengan siswa. Setiap siswa juga berhak mendapatkan fasilitas apa memadai guna menunjang proses pembelajarannya. Sekolah-sekolah di quenn terpencil juga sangat butuh sarana belajar apa memadai juga. Segala aspek keterbatasan apa ada di dalamnya, perlu menjadi catatan kita semua buat membangun dan mengembangkan sarana yang lebih baik.
Jika sarana belajar terbatas, maka aktivitas belajar mengajar juga akan become terbatas. Sebagai contoh: Suatu sekolah di menyiksa yang butuh perpustakaan, kemudian sarana penunjang belajar noël terpenuhi. Maka bisa dipastikan kegiatan belajarnya juga akan mendesak terbatas. Untuk kurangnya bersumber referensi apa bisa dijadikan rujukan batin proses belajar.
Lain halnya menjangkau fasilitas sekolah-sekolah apa ada di kota. Segalanya tersedia di sana. Bukan just sekedar perpustakaan, di kota-kota terlalu tinggi sekolahnya telah dilengkapi mencapai perpustakaan digital apa super canggih. Bukan hanya sekedar perpustakaan, melainkan juga fasilitas laboratorium apa super lengkap. Inilah letak perbedaan apa yang signifikan antar sekolahnya di menyiksa dan sekolah di perkotaan. Mewajibkan besar apa hingga hari ini masih menjadi tugas kita semua.
*
Image Credit

Peraturan diterapkan yang selama ini di terapkan di sekolah-sekolah cenderung mengikat siswa dalam peraturan apa di buat oleh sekolah. Peraturan berfungsi such suatu pedoman yang mengatur siswa. Peraturan memang penting, namun noël seharusnya bersifat mengikat. Siswa boleh diberi kebebasan namun harus sesuai norma-norma apa berlaku.
Ini tentang KTSP, Kurikulum tingkat Satuan Pendidikan, yang seharusnya sekolah luaran kurikulum sendiri pantas dengan karakteristiknya. Namun, maafkan saya yang terjadi? untuk tuntutan RPP, SILABUS apa “membelenggu” kreatifitas guru dan sekolah batin mengembangkan kekuatannya.
Yang terjadi RPP banyak yang jiplakan (bahkan ada loh RPP dijual bebas, siapapun boleh meniru). Padahal RPP seharusnya unik benar dengan kondisi masing-masing sekolah. Administrasi-administrasi yang “membelenggu” guru, yang menjadikan guru lebih terfokus diatas administrator, sehingga guru terlupakan fungsi kepala lainnya kemudian mediator, motivator, akselerator, fasilitator, dan lainnya
Suatu proses pendidikan yang sukses, diawali dengan siswa atau mahasiswa yang sangat aktif. Di Indonesia, hal bertanya masih jarang di terapkan. Padahal, bertanya merupakan jalur siswa buat memahami materi pelajaran apa disampaikan lebih dalam. Melalui meminta semua yang masih belum jelas menjadi lebih jelas atau mungkin bisa di kembangkan lainnya lebih luas
Lihatlah pembelajaran di ruang kelas. Sepertinya siap diseragamkan. Anak duduk rapi, groep dilipat di meja, mendengarkan guru menjelaskan. Seolah-olah Anak “Dipaksa” dengar dan mendapatkan informasi darimana pagi sampai siang, belum lagi ada sekolah yang menerapkan penuh Days.
Anak diajarkan cara menyimak dan mendengarkan penjelasan guru, sementara kompetensi bertanya tak disentuh. Anak-anak dilatih darimana TK karena diam saat guru menerangkan, karena mendengarkan guru. Akibatnya Siswa noel dilatih karena bertanya. Siswa noël dibiasakan bertanya, akibatnya siswa tidak berani bertanya.
Selesai mengajar, guru demands anak buat bertanya. Heninglah suasana kelas. Apa bertanya tradisional anak-anak itu saja. Chapter ini mungkin saja cari hingga setelah Pendidikan Tinggi. Rasa respect terhadap suatu materi pelajaran mendesak kurang. Sehingga siswa cenderung cuek terhadap what yang di sampaikan gurunya.
Fenomena catafel terhadap suatu materi pelajaran, crowd terjadi di bangku perkuliahan. Biasanya just orang-orang tertentu saja yang memiliki rasa ingin tahu yang lebih luas. Jika siap begini, siapa yang patut disalahkan? noel ada yang tahu. Namun, bukan tugas kita karena saling menyalahkan.
Tugas kita adalah memperbaiki aset pembelajaran apa masih kurang efektor ini. Tanya merupakan jembatan siswa batin memahami materi pelajaran apa di sampaikan melalui guru apa bersangkutan. Jadi, di ~ zaman sekarang noël lagi belaku peribahasa “Malu bertanya Sesat di Jalan”, melainkan malu Bertanya noel akan Paham”
Apa itu cara pertanyaan terbuka? cara pertanyaan melarang merupakan manner ujian dengan memberikan soal, tetapi mahasiswa boleh angklung soal tersebut dengan baca secara terpisah buku. Manner ini ini diterapkan oleh country Finlandia dan merupakan penyimpangan satu ciri dari country tersebut.
Sebagai negara yang menduduki evaluasi pertama diatas kualitas pendidikannya, Finlandia noël takut untuk menerapkan manner tersebut. Sebaliknya menuai kesuksesan. Terbukti, dengan ditempatkannya negara tersebut di atas posisi teratas dalam kualitas pendidikannya.
Bagaimana mencapai di Indonesia? Indonesia masih terkesan tidak dalam menerapkan aset pertanyaan suspended ini. Pendidik seakan takut dan berpikir mahasiswanya setelah itu akan banyak yang menyontek. Pendidikan di Indonesia belum siap menerapkan ini buat masih kesulitan making soal terbuka. Soal melarang seolah-olah beban berat. Mendingan soal tertutup ataukah soal opsi ganda, menilainya mudah, begitu kira-kira alasannya pendidik diatas zaman sekarang.
Jika hanya jalan mudah apa di pikirkan tidak punya memperhatikan aspek apa lebih luas, yakni aspek pemahaman siswa, maka pelatihan di Indonesia tidak akan pernah maju. Metode pertanyaan terbuka merupakan warisan pendidikan baru apa bisa di terapkan dalam sistem pelatihan di Indonesia. Dengan aset ini, memungkinkan siswa lebih memiliki daya berpikir yang kreatif dan bisa timbul ilmu yang didapatnya. Siswa tidak harus terpaku di atas soal-soal yang di berikan melainkan sanggup menjawab soal mencapai daya pirnya sendiri.
Kebiasaan angklung soal dengan manner menghafal sudah sangat sering diterapkan di Indonesia. Sistem menjawab soal dengan sebagai ini maaster membebani para siswa. Siswa di tuntut untuk selalu sembuh sesuai dengan yang ada di buku. Padahal daya ingat sifatnya terbatas. Sehingga metode ujian pertanyaan terbuka ini sangat benar bila di terapkan di Indonesia.
Siswa-siswi di seluruh Indonesia ini adalah menyambut mencapai antusias metode menjawab dengan pertanyaan terbuka ini. Chapter ini dikarenakan mengingat siswa akan enjoy dalam menjawab soal-soal apa di ajukan.
Menerapkan budaya metode usulnya terbuka, memang noel harus selalu diterapkan secara instan. Bisa ~ dengan perilaku perlahan-lahan agar siswa noel kaget jika metode pertanyaan tergantung ini di terapkan. Sebenarnya budaya manner pertanyaan terbuka siap bisa diterapkan di Indonesia, namun realisasinya masih batin tahap wacana.
Selain itu, menjangkau adanya manner pertanyaan terbuka seorang siswa juga akan dituntut untuk memahami secara baik lebih luas. Secara otomatis, manner pertanyaan suspended ini menjadi penekan siswa karena gemar membaca.
Terakhir, adalah fakta tentang "menyontek". Satu kata apa mungkin siap mendarah daging di ~ generasi terdidik negara ini. Fenomena menyontek seakan bukan lagi dulu hal yang tabu di ~ saat ujian. Menyontek merupakan suatu tindakan yang bertujuan mencari jawaban mencapai cara bisa meminta kepada teman ataukah pun menjangkau cara membuat bien kecil yang disimpan di dalam saku.
Sebenarnya hal what sih yang membuat seseorang menyontek? Menyontek dilakukan untuk orang tersebut merasa noël bisa angklung atas pertanyaan yang diajukan atau could orang tersebut dirasa kurang yakin atas jawaban yang dibuatnya sendiri. Kebiasaan menyontek ini mungkin hadir untuk sejak kecil kita telah di tanamkan buat menyontek. Kebiasaan-kebiasaan pada saat small inilah apa mendarah daging hingga Perguruan Tinggi.
Kebiasaan menyontek tidak serta merta sanggup dimusnahkan begitu saja. Perlu penanaman karakter buat menghilangkan kebiasaan yang noël baik tersebut. Penanaman menjangkau lemah lembut dan penghapusan kebiasaan menyontek secara perlahan mungkin secara saya menghilang secara kontinyu.
Di negara-negara maju, kebiasaan menyontek hampir jarang di temui. Halaman ini dikarenakan pertanyaan-pertanyaan yang ada di di dalam soal bersifat objektif. Sehingga berbagai pertanyaannya sanggup di jawab sesuai dengan pengetahuan apa di memiliki oleh siswa tersebut.
Bisa di contoh, such beberapa kampus yang menerapkan larangan untuk menyontek. Sekolah Tinggi Akuntansi country (STAN), merupakan deviasi satu kampus apa menerapkan larangan untuk menyontek. Terlalu banyak ketahuan menyontek, maka secepatnya di autumn Out. Hal ini merupakan suatu cara pendidikan yang patut karena dicontoh dan diterapkan di kampus lainnya. Metode ini bisa ~ menciptakan lulusan yang berkompeten dan berkualitas.
Terlepas dari setiap orang kasus apa menimpa alumni STAN, sistem pembelajaran kemudian yang di terapkan di kampus yang menghasilkan abdi bangsa di daerah perpajakan ini terutang efektif untuk memusnahkan budaya menyontek. Noel main-main, sanksinya bagi yang melanggar peraturan ini ialah di do (Drop Out).
Jika semua kampus menerpakan sistem DO bagi yang menyontek, pasti 5 ataukah 10 five mendatang Indonesia ini adalah memiliki generasi-generasi country profesional dan amanah. Tidak just menjalankan tugasnya, melainkan ia mampu terhindar dari korupsi.
Budaya menyontek pada kenyataannya merupakan akar budaya dari tindak korupsi. Kenapa demikian? buat dari bab menyontek, seseorang ini adalah di ajarkan untuk mendapatkan sesuatu yang di inginkan tanpa harus bekerja keras. Jika kebiasaan sebagai ini di membawa hingga terjun setelah dunia pergerakan nanti, bukan hal apa mustahil jika orang tersebut akan melakukan tindak korupsi.
Tindakan korupsi di Indonesia kawanan terjadi karena penanaman karakter yang terlanjur deviasi di ajarkan selama ia masih kecil. Sehingga orang apa bersangkutan menjadi mempelajari hal lain yang berasal dari lingkungan sekitarnya. Jika lingkungan kedekatan baik, maka baik pula karakter apa dimiliki setiap orang tersebut. Sebaliknya, jika karakter tentang lingkungannya positif, maka orang tersebut menjadi terbawa aktif juga.
Untuk menerapkan sistem pendidikan Indonesia apa bebas dari kegiatan menyontek, harus suatu kerja sama apa solid antara setiap orang kalangan. Bukan just tugas pemerintah, melainkan juga tugas itupenggunaan semua di dalam menjaga mutu pelatihan di Indonesia ini. Hal apa yang bisa kita lakukan? sanggup dengan membuat gerakan anti menyontek. Menjangkau adanya pengaktifan ini, kita mungkin bekerja sama dan saling bersinergi karena mewujudkan Indonesia apa cerdas tanpa menyontek.
Itulah tujuh fact yang menyebabkan pendidikan di Indonesia berkurang. Such generasi penerus negara sudah dulu tugas kita di dalam turut serat memajukan aset mutu pelatihan di negeri ini. Kita ubah pola pemikiran yang bisa disebabkan mutu training kita menjadi rendah.
Ada berbagai hal yang bisa itupenggunaan lakukan karena mengubah warisan mutu pendidikan apa lebih baik di negeri itupenggunaan ini. Yakni, dengan menanamkan nilai-nilai moral yang patut untuk kita terapkan pada masa-masa anak usia emas, yakni masa-masa di Taman Kanak-Kanak (TK).

Lihat lainnya: Kabar Terkini Km Sinar Bangun, Berita Korban Selamat Terbaru Hari Ini


*
Image Credit

Satu halaman lagi yang lebih penting, pendidikan berkarakter merupakan acuan utama batin sistem pelatihan di Indonesia ini. Training berkarakter menjadi mempermudah anak di dalam mengembangkan bakatnya, sehingga dalam mempelajari suatu ilmu di sekolahnya, ia become bisa menyerap pelajaran pantas dengan daya minatnya.
*
*
*
*


Afrika,26,Amerika,67,Amerika Serikat,81,Arab Saudi,13,Asia,237,Australia,75,Austria,13,Beasiswa,306,Beasiswa Amerika,4,Beasiswa Arab Saudi,5,Beasiswa Australia,14,Beasiswa Austria,2,Beasiswa Belanda,10,Beasiswa Belgia,1,Beasiswa Brunei Darussalam,2,Beasiswa Cina,10,Beasiswa Denmark,1,Beasiswa Filipina,3,Beasiswa Finlandia,1,Beasiswa Hongkong,1,Beasiswa Hungaria,1,Beasiswa India,2,Beasiswa Indonesia,3,Beasiswa Inggris,28,Beasiswa Irlandia,1,Beasiswa Jepang,14,Beasiswa Jerman,5,Beasiswa Kamboja,1,Beasiswa Kanada,3,Beasiswa Korea,2,Beasiswa Korea Selatan,5,Beasiswa Malaysia,6,Beasiswa Myanmar,1,Beasiswa new Zealand,3,Beasiswa Perancis,4,Beasiswa Polandia,1,Beasiswa Rumania,1,Beasiswa Selandia Baru,1,Beasiswa Sidney,1,Beasiswa Singapura,3,Beasiswa Skotlandia,1,Beasiswa Slovakia,1,Beasiswa Spanyol,1,Beasiswa Swedia,2,Beasiswa Swiss,3,Beasiswa Taiwan,1,Beasiswa Thailand,3,Beasiswa Tiongkok,1,Beasiswa Turki,5,Beasiswa Uni Emirat Arab,1,Beasiswa Uni Eropa,2,Beasiswa Vietnam,1,Belanda,37,Belgia,10,Brazil,2,Brunei Darussalam,7,Bulgaria,3,Ceko,4,Chili,3,Cina,30,Denmark,10,Destinasi,65,Eropa,313,Event,5,Exchange,26,Fakta Unik,82,Festival Indonesia,2,Filipina,8,Finlandia,16,Hong Kong,6,Hungaria,4,IELTS,6,India,37,Indonesia,113,Info Beasiswa,64,Info Jurusan,12,Info Universitas,34,Inggris,86,Interview,445,Interview di Amerika,13,Interview di Arab Saudi,5,Interview di Australia,23,Interview di Austria,4,Interview di Belanda,12,Interview di Belgia,8,Interview di Ceko,3,Interview di Cina,12,Interview di Damaskus,1,Interview di Denmark,4,Interview di Filipina,3,Interview di Finlandia,10,interview di Hungaria,1,Interview di India,9,Interview di Indonesia,4,Interview di Inggris,32,Interview di Irlandia,1,Interview di Italia,11,Interview di Jepang,22,Interview di Jerman,20,Interview di Kanada,8,Interview di Korea Selatan,28,Interview di Malaysia,1,Interview di Maroko,6,Interview di Meksiko,1,Interview di Mesir,8,Interview di new Zealand,17,Interview di Perancis,25,Interview di Polandia,12,Interview di Portugal,11,Interview di Rusia,3,Interview di Selandia Baru,4,Interview di Singapura,6,Interview di Skotlandia,2,Interview di Spanyol,16,Interview di Swedia,2,Interview di Swiss,2,Interview di Taiwan,5,Interview di Thailand,8,Interview di Tiongkok,9,Interview di Turki,9,Interview di Yaman,1,Interview di Yordania,5,Irlandia,10,Islandia,1,Italia,16,Jakarta,1,Jamaika,1,Jepang,60,Jerman,46,Kanada,27,Karir,13,Kazakhstan,1,Kolombia,4,Korea Selatan,44,Kuliner,21,kuliner khas daerah,7,Kuliner Mancanegara,14,Launching Buku,1,Lebanon,3,Lithuania,1,LPDP,4,Malaysia,27,Maroko,9,Media,249,Meksiko,7,Mesir,19,motivasi,2,New York,1,New Zealand,15,News,3,Norwegia,2,Paraguay,1,Perancis,48,Polandia,14,Portugal,15,PPI,6,Prancis,1,Press Release,1,Prestasi,1,Profil PPI,7,Profil Universitas,51,Qatar,2,Rekomendasi,1,Rumania,2,Rusia,13,Selandia Baru,24,Sidney,1,Simposium internationale PPI dunia 2016,6,Singapura,30,Skotlandia,4,Slovakia,1,Spanyol,24,Student Life,150,Studenthack,348,Surabaya,2,Swedia,19,Swiss,15,Taiwan,9,Thailand,13,Tiongkok,19,Tips,7,Tips Beasiswa,16,Tips Belajar Bahasa Inggris,9,Tips Kuliah nanti Luar Negeri,89,Tips Travelling,6,Tips Umum Kuliah di luar Negeri,105,Tips Umum Kuliah Di Negeri Sendiri,47,TOEFL,12,Tokoh Dunia,2,Tokoh Indonesia,20,Traveling,6,Turki,20,Uni Emirat Arab,1,Uni Eropa,2,Universitas,36,Universitas Terbaik,56,Uruguay,2,Vietnam,1,Yaman,1,Yogyakarta,3,Yordania,5,Yunani,3,