*

*


reactora.net - Bagi beberapa setiap orang celana blue jeans merupakan alternatif pilihan untuk melengkapi outfit sehari-hari. Kesan simpel dan mungkin masuk nanti semua tipe pakaian, celana ini were primadona baik dari masa pubertas maupun people dewasa.

Anda sedang menonton: Hukum wanita memakai celana jeans dalam islam

Termasuk feminin hijab yang sering memadupadankan pakaiannya mencapai celana jeans. Kita sudah mengetahui seluruh tubuh wanita adalah aurat kecuali wajah dan terlalau tangan.

Berarti feet dan betis wanita adalah aurat apa wajib ditutupi. Di antara syarat pakaian muslimah yang harus dipenuhi adalah tidak membentuk lekuk sikap dan menyerupai pria.

Lantas apakah pemakaian celana jeans karena wanita muslimah diperbolehkan?

Terdapat hadits tentang larangan banci menyerupai (tasyabbuh) pakaian pria,

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- لَعَنَ الرَّجُلَ يَلْبَسُ لُبْسَةَ الْمَرْأَةِ وَالْمَرْأَةَ تَلْبَسُ لُبْسَةَ الرَّجُلِ

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang berpakaian wanita dan wanita apa berpakaian laki-laki.” (HR. Ahmad no. 8309, 14: 61).

Allah SWT juga menegaskan,

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثَى

“Lelaki itu tidak seperti wanita.” (QS. Ali Imran: 36)

Apa yang dinyatakan melalui Allah, itu yang sesuai keadilan dan sejalan mencapai kodrat manusia. Sebab bab itu menyamakan antara lelaki dan feminin adalah kezaliman dan menyimpang dari fitrah.

Di samping itu, pakaian banci sama sekali noel boleh menampakkan lekuk tubuh. Tak terkecuali bagian kaki sehingga harus ditutupi dengan rok ataukah semacamnya.

Kemudian bagaimana hukum perempuan berhijab pakai jeans?

Ustadz Asroni mengatakan, "Memakai blue jeans bagi perempuan berhijab sebenarnya dilarang di dalam Islam. Mengapa dilarang? untuk ditakutkan mendatangkan syahwat bagi apa memandangnya."

Terdapat beraksi menutup aurat bagi perempuan batin Surat An-Nur ayat 31.

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka membudaya pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan bahan kerudung setelah dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, ataukah putra-putra saudara feminin mereka, atau para banci (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan) atau anak-anak yang belum mengerti kyung aurat perempuan. Dan janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan apa mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu semua kepada Allah wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.”

Di antara tuntunan Islam di dalam berpakaian bagi feminin muslimah adalah:

1. Menutup seluruh sikap kecuali wajah dan dua konyol tangan, (sebagian ulama berpendapat delegasi menutup permukaan kecuali dua buah mata apa kelihatan).

2. Hendaknya bahan pakaian yang used tebal, tidak tipis dan transparan apa bisa menggambarkan melukis kulit dan potongan badan di balik busana.

3. Hendaknya longgar dan noel sempit, sehingga noël menonjolkan dan mencetak bagian-bagin tubuh wanita. Untuk ini dapat stimulasi birahi lawan jenisnya.

4. Hendaknya pakaian apa dipakai oleh wanita muslimah noel sama mencapai pakaian khusus yang lazim dipakai melalui kaum pria, di antaranya celana panjang.

5. Noël menyerupai pakaian banci kafir.

Lihat lainnya: Big Movies Global Tv Tadi Malam, Daftar Acara Rtv

6. Ndak sebagai perhiasan kemudian yang dipakai malalui para wanita muslimah menampakkan ini, kemudian memakai pakaian dengan cat dan model yang beraneka ragam sehingga menarik kerumunan perhatian.

Berdasarkan firman Allah swt dalam surah al-Ahzab ayat 33 yang bermaksud : “Dan hendaklah kamu tetap dalam mu dan jangan lakukan itu kamu berhias dan bertingkah laku (tabarruj) kemudian orang jahiliyyah dahulu.”