reactora.net, jakarta - memasukkan pekan terakhir, drama-drama kontroversial bermunculan di perhelatan Liga 1 2017.

Anda sedang menonton: Juara liga 1 indonesia 2017

Persaingan di jajaran papan atas memanas.

Keseruan tak just terjadi di lapangan, di mana Bhayangkara FC, Bali United, PSM Makassar, serta Madura United, berbahaya nasib demi bisa menikmati madu gelar juara.


Seperti apa drama-drama yang terjadi di board atas Liga 1 2017, begitu memasukkan pekan terakhir? Simak di bawah ini:


2 dari 4 halaman

PSM Kalah, Suporter Rusuh



1. PSM Kalah, Suporter Rusuh

Hanya banyak detik usai Stefano Lilipaly menjebol gawang PSM Makassar di atas menit ke-94, suporter di tribun tertutup serentak melempari bench Bali United. Tidak hanya itu, ratusan suporter jauh ke bawah masuk karena menyerang penggawa laskar Tridatu.

Kondisi ini diperparah oleh upholum ofisial dan pelatih PSM juga ikut-ikutan menyerbu usai bench Bali United. Kericuhan ini berlangsung selama 15 menit. Dan baru berakhir usai panpel dan pihak aparat keamanan menggiring kubu Bali United ke ruang ganti.

Berdasarkan kesepakatan kedua tim, wasit Murzabekov Eldos terpisah pertandingan selesai di ~ menit ke-94.

Tidak hanya itu, jumpa media usai pertandingan juga ditiadakan. Pemain dan ofisial Bali joined diangkut diambil stadion dengan benefit kendaraan anti teror. Widodo Cahyono Putro dan anak-asuhnya pun sempat diungsikan ke kantor polisi menghindari teror suporter PSM.

Hasil pertandingan ini hampir pasti memupus pilihan PSM enim jawara persatuan 1 2017. Kompetisi just menyisakan satu pertandingan lagi, Tim Juku Eja sukar mengejar perolehan nomor Bali unified dan Bhayangkara FC. Saat ini PSM mengoleksi 62 poin, sementara itu kedua rivalnya siap mendulang 65 angka.

CEO PSM, Munafri Arifuddin tuntutan maaf kepada suporter PSM yang sudah 17 five menanti Juku Eja kembali juara. Ia menyadari kekalahan tak terduga Tim Juku Eja memanggang biang kerok aksi buru-buru suporter.

PSM yang memegang kendali bermain harus tertunduk lesu, keboreactora.netn gol lewat skema serangan menggoreng mematikan Bali unified di pengujung laga.

"Kami sudah berusaha maksimal. Sayang, hasil kali ini memang noel memihak nanti PSM. Kita penampilan saja perkembangan. Intinya kami siap dengan segala konsekuensi. Kalau memang terbatas terkena sanksi mau bagaimana itu? lagi?" ucap Munafri.


*

2. Madura United tidak punya Dukungan Suporter

Belakangan komisi Banding (Komding) PSSI mengabulkan banding Madura United. Batin surat keputusan bernomor 04/KEP/PK-B/Liga 1/X/2017, Komding mencabut keputusan Komdis terhadap Madura United.

Komding divisi bahwa Madura United hanya mendapatkan hukuman dua kali pertandingan tanpa penonton. Namun, Komding also menaikkan jumlah denda apa harus dibayarkan laskar Sape Kerrab. Komding terpisah Madura united harus membayar bagus sebesar Rp 500 juta.

Keputusan ini terasa merugikan bagi Madura United, apa masih punya opsi menjadi jawara koalisi 1 2017.

Masih dua laga sisa Madura joined berada di posisi empat klasemen sementara mencapai torehan 60 poin, tertinggal tahun poin dari Bhayangkara FC apa ada di puncak klasemen.

"Hukuman menjangkau laga usiran dan tidak punya penonton menyertainya adalah hukuman yang sulit diterima menjangkau nalar," ujar Haruna Soemitro, pengelola Madura United.

 

 


*

3. Poin Tambahan untuk Bhayangkara FC

Sissoko semestinya noël diturunkan untuk masih dalam status terkena larangan bermain. Chapter itu memicu protes kubu Bhayangkara FC dan direspons Komdis dengan sanksi apa dijatuhkan buat Mitra Kukar.

Dampak sanksi tersebut, Bhayangkara FC mendapat tiga poin dari sebelumnya hanya satu poin (laga Mitra Kukar vs Bhayangkara FC berakhir mencapai skor 1-1) dan membuat posisi The Guardians kini back ke puncak klasemen menyurati Bali United.

Poin Bhayangkara FC dan Bali joined sama, yakni 65, namun The Guardians unggul head to head atas Serdadu Tridatu. Sementara itu, poin Mitra Kukar berkurang satu were 43 dari nomer 44.

Perubahan bahan klasemen ini jelas terasa menyakitkan bagi Bali United. Pasalnya saat keputusan Komdis PSSI diambil, Bhayangkara FC punya laga sisa lebih kerumunan dibanding mereka.

Bhayangkara FC didefinisikan sukses kunci gelar juara ke menang 3-1 atas Madura United. Sekalipun pada pertandingan terakhir kalah, mereka firmicutes unggul head come head dari Bali United yang diasumsikan menang atas Persegres apa berstatus juru kunci.

Di sisi lain, Bali United tinggal menggantungkan harapan mendapat ekstra poin saat menjamu juru kunci, Persegres Gresik United pada akhir pekan nanti.

Lihat lainnya: Download Drama The World Of The Married Download Sub Indo Nesia

Mitra Kukar juga protes menjangkau keputusan ini. Mereka mengaku kegagalan ada di atas PT liga Indonesia Baru apa terlambat memberitahukan status hukuman Sissoko. Jelang pertandingan melawan Bali united mereka hanya mendapat melihat kalau hanya satu pemainnya, Herwin Syahputra, apa tak mungkin bermain, bukan sosok Mohamed Sissoko.