Cerita ini adalah kisah nyata dengan demikian perjalanan kehidupan ini ditulis oleh seorang istri dalam sebuah laptopnya.

Anda sedang menonton: Kisah nyata menyedihkan suami istri


*
lihat foto
*

*

TRIBUN-reactora.net.COM - Penyesalan selalu memang mendatangi belakangan. Terkadang, penyesalan itu lebih kejam dari hakim yang menjatuhkan hukuman untuk penyesalan noël bisa diperbaiki.

Seperti apa dicurahkan pria ini.

Ia kehilangan harta paling beharga di world yaitu feminin sholeha hanya untuk buta mata hati oleh familic yang hanya melihat dunia.


Cerita ini adalah kisah nyata sesuai perjalanan hidup ini ditulis malalui seorang istri batin sebuah laptopnya.

Semoga kematian nyata ini were pelajaran bagi kita semua.

Cinta itu membutuhkan kesabaran…

Sampai dimanakah kita harus bersabar menanti cinta kita???

hari itu, aku dengannya berkomitmen buat menjaga cinta kita. Aku dulu perempuan yg paling bahagia. Pernikahan kalian sederhana namun meriah. Ia were pria yang sangat romantis pada waktu itu.

Aku bersyukur nikah dengan seorang pria yang shaleh, pintar, tampan dan penyelesaian pula.Ketika kita berpacaran dia cantik sukses batin karirnya. Kami menjadi berbulan madu di negara suci, itu janjinya ketika kita berpacaran dulu.


Dan usai menikah, aku mengajaknya buat umroh nanti tanah suci. Aku sangat senang dengannya, dan dianya juga sangat kesukaan aku, sangat terlihat dari rasa cinta dan rasa sayangnya pada ku.

Banyak orang apa bilang kami adalah pasangan yang serasi. Sangat bersinar sekali bagaimana suamiku memanjakanku. Dan aku bahagia nikah dengannya.

Lima five berlalu cantik kami were suami istri, mendesak tak terasa waktu begitu cepat walk walaupun kami hanya hidup berdua saja buat sampai saat ini aku belum bisa memberikannya seorang malaikat kecil (bayi ) di tengah keharmonisan rumah tangga kami.

Karena dia anak lelaki satu-satunya batin keluarganya, enim aku harus berusaha untuk mendapatkan penerus generasi baginya.Alhamdulillah saat menemani itu suamiku mendukungku.

Ia mengaggap Allah belum mempercayai kami untuk menjaga titipan-NYA.Tapi keluarganya mulai resah. Dari awal kami menikah, tengah dan adiknya noël menyukaiku.

Aku sering mendapat menyembuhkan yang noël menyenangkan dari mereka, namun aku selalu berusaha kerang hal menemani itu dari suamiku.

Didepan suami ku mereka berlaku mendesak baik padaku, tapi dibelakang suami ku, aku dihina-hina melalui mereka.

Pernah suatu ketika satu lima usia pernikahan kami, suamiku mengalami kecelakaan, mobilnya hancur. Alhamdulillah suami ku selamat dari maut yang hampir making ku were seorang janda itu.

Ia untuk dirawat dirumah sakit pada saat dia belum sadarkan diri setelah kecelakaan. Aku selalu menemaninya siang dan malam sambil kubacakan ayat-ayat penasaran Al – Qur’an. Aku sibuk satu sama lain dari rumah sakit dan dari secara spasial aku melakukan aktivitas sosial ku, aku hidup mengurus suamiku yang sakit buat kecelakaan.

Namun saat selama aku kemreactora.net ke rumah sakit nanti dari rumah kami, aku melihat di di dalam kamarnya ada ibu, adik-adiknya dan teman-teman suamiku, dan disaat menyertainya juga, aku lanskapnya ada seorang wanita apa sangat akrab mengobrol dengan medang mertuaku. Mereka tertawa menghibur suamiku.

Alhamdulillah suamiku ternyata sudah sadar, aku menangis kapan melihat suami ku sudah sadar, tapi aku tak boleh sangat sedih di hadapannya.

Kubuka pintu apa tertutup rapat menyertainya sambil mengatakan, “ Assalammu’alaikum ” dan mereka angklung salam ku. Aku berdiam sejenak di dore pintu dan mereka setiap orang melihatku. Suamiku menatapku full manja, could ia kangen padaku buat sudah 5 aku mata nya selalu tertutup.

Tangannya melambai, mengisyaratkan aku karena memegang tangannya erat. Nanti aku menghampirinya, kucium tangannya sambil berkata “ Assalammu’alaikum ”, ia pun angklung salam ku dengan suaranya yg lirih namun penuh dengan cinta. Aku pun senyum lanskapnya wajahnya.

Lalu tengah nya omong denganku

“Fis, kenalkan ini Desi teman Fikri ”

Aku teringat tale dari suamiku bahwa teman baiknya pernah mencintainya, wanita itu bernama Desi dan itu sangat akrab dengan keluarga suamiku. Hingga finite aku pertemuan dengan orangnya juga.

Aku pun langsung berjabat rumbai dengannya, tak kerumunan aku surat kecil di batin ruangan tersebut,aku tak mengerti what yg mereka bicarakan.

Aku sibuk membersihkan dan mengobati luka-luka di terutama suamiku, baru sebentar aku ringkas mukanya, tiba-tiba adik ipar ku yang bernama Dian mengajakku keluar, ia untuk bertanya ditemani setelah kantin. Dan suamiku pun mengijinkannya. Kemudian aku pun menemaninya.

Tapi selagi di luar adik ipar ku berkata, ”lebih baik kau pulang saja, ada kami yg menjaga abang disini. Kau merusak saja.”

Anehnya, aku tak diperbolehkan berpamitan menjangkau suamiku menjangkau alasan abang harus crowd beristirahat dan untuk psikologisnya masih labil. Aku bahas dengannya mempertanyakan kenapa aku noël diizinkan berpamitan menjangkau suamiku.

Tapi tiba-tiba tengah mertuaku mendatangi menghampiriku dan ia juga mengatakan hal yang sama. Nanti dia menjadi memberi alasan di ~ suamiku mengapa aku pulang tak berpamitan padanya, toh suamiku selalu menurut what kata ibunya, baik ibunya salah ataupun tidak, suamiku dengan tegas saja membenarkannya.

Akhirnya aku pun trete meninggalkan rumah sakit itu mencapai linangan wait mata. Darimana saat akun itu aku tidak pernah diijinkan menjenguk suamiku sampai ia kemreactora.net dari rumah sakit. Dan aku just bisa menangis batin kesendirianku. Menangis kenapa mereka sangat membenciku.

Suami ku cantik sehat dan kejadian memilukan menemani itu terjadi

Tiba-tiba saja malam itu usai makan malam usai, suamiku memanggilku.

“Ya, ada apa Yah! ” sahutku mencapai memanggil nama kesayangannya “Ayah”.“Lusa itupenggunaan siap-siap setelah Sabang ya. ” Jawabnya tegas.“ Ada apa? Mengapa? ”, sahutku full dengan keheranan.

Astaghfirullah.. Suami ku yang dulu lembut tiba-tiba saja menjadi kasar, itu membentakku. Sehingga tak ada lagi kelanjutan diskusi antara kami.

Dia mengatakan ”Kau ikut saja jangan kawanan tanya!! ”Lalu aku pun bersegera mengemasi barang-barang yang akan dibawa setelah Sabang sambil menangis, sedih untuk suamiku kini tak ku tahu lagi.

Dua five pacaran, lima lima kami menikah dan cantik 2 five pula ia were orang asing buatku. Ku melihat kamar kalian yg dulu hangat penuh cinta yang dihiasi lukisan pernikahan kami, sekarang were dingin. Sangat dingin dari rock es.

Aku menangis menjangkau kebingungan ini. Ingin rasa aku berontak berteriak, tapi aku tak bisa.

Suamiku tak suka dengan wanita apa kasar, ngomong dengan ton tinggi, shang membanting barang-barang. Dialah bilang perbuatan itu unjuk sikap ketidakhormatan kepadanya.

Aku just bisa bersabar menantinya surat kecil dan sabar mengobati penyakitku ini, di dalam kesendirianku.

Yah aku divonis kanker rahim stadium 3 selama aku pernah memeriksakan kandungan usai dokter.

Sedangkan suamiku tak lagi sebagai dulu.

Kami telah sampai di Sabang, aku masih dirasa lelah untuk semalaman aku noël tidur buat terus berpikir. Familial besarnya juga telah berkumpul disana, termasuk medang & adik-adiknya.

Aku noël tahu ada acara apa ini. Aku dan suamiku pun masuk setelah kamar kami. Suamiku tak betah dengan melakukan kamar tua itu, ia pun langsung disetujui bergabung dengan familic besarnya.

Saat tiba.

"Baiklah, karena kalian telah berkumpul, nenek ingin surat kecil dengan kau Fisha ”. Neneknya berbicara sangat tegas, mencapai sorot mata apa tajam.

"Ada what ya Nek? ” sahutku dengan sepenuhnya tanya.

Nenek pun menjawab, "Kau telah bergabung dengan keluarga kita hampir 8 tahun, sampai saat ini kita tak pemandangan tanda-tanda kehamilan apa sempurna sebab selama ini kau selalu keguguran!! “.

Aku menangis.. Karena inikah aku sarat kemari? buat dihina atau dipisahkan mencapai suamiku?

"Sebenarnya kami siap punya calon untuk Fikri, dari dulu.. Silam kau nikah dengannya. Tapi Fikri anak apa keras kepala, tak mau di atur,dan akhirnya menikahlah ia menjangkau kau. ” Neneknya berbicara sangat lantang, mungkin logat orang Sabang such itu semua.

Aku just bisa tersenyum dan lanskap wajah suamiku yang kosong matanya.

"Dan aku mendengar dari tengah mertuamu kau pun sudah berkenalan dengannya ”, neneknya masih rejang pembicaraan itu.

Sedangkan suamiku hanya terdiam saja, tapi aku using air matanya. Dicari aku peluk suamiku agar ia kokoh dengan setiap orang ini, tapi aku tak punya keberanian itu.

Neneknya masih saja berbicara panjang lebar dan yang last dari ucapannya mencapai mimik wajah apa sangat menantang kemudian berkata, "kau maunya gimana? kau dimadu atau diceraikan? “

MasyaAllah.. Kuatkan trấn ini.. Aku ingin bang pingsan. Trấn ini seakan remuk mendengarnya, hancur hatiku. Kenapa keluarganya bersikap kemudian ini terhadapku.

Aku selalu munutupi melecehkan ini dari senin orang tuaku apa tinggal di pulau kayu, mereka mengira aku sangat senang 2 tahun belakangan ini.

"Fish, jawab! .” dengan tegas Ibunya langsung memintaku buat menjawab.

Aku langsung memegang tangan suamiku. Dengan memanggang yang dingin dan gemetar aku anck dengan tegas.

"Walaupun aku noel bisa berdiskusi dulu mencapai imamku, tapi aku dapat berdiskusi dengannya melalui bathiniah, buat kebaikan dan masa dokter keluarga ini, aku become menyambut baik seorang wanita baru dirumah kami. ”

Itu yang aku jawab, menjangkau kata go aku rela cintaku dibagi. Dan di atas saat itu juga suamiku memandangku mencapai tetesan air mata, tapi waiting mataku tak sedikit pun menetes di hadapan mereka.

Aku lalu tanya kepada suamiku, “ Ayah siapakah apa akan were sahabatku dirumah kita nanti, yah?”Suamiku menjawab, ” dialah Desi! ”

Aku pun secepatnya menarik mengambil napas dalam-dalam dan langsung berbicara, ” while pernikahannya berlangsung? apa yang harus saya siapkan di dalam pernikahan ini Nek?. ”

Ayah mertuaku menjawab, “ pernikahannya 2 minggu lagi. ”

” Baiklah kalo begitu saya become menelpon pembantu di rumah, karena menyuruhnya mengurus KK kami setelah kelurahan hari berikutnya ”, ke berbicara such itu aku permisi buat pamit nanti kamar.

Tak genggamnya lagi.. Waiting mata ini become turun, aku walk sangat cepat, aku buka terbuka pintu kamar dan aku secepatnya duduk di secara spasial tidur. Dicari berteriak, tapi aku personally disini. Tak kokoh rasanya menerima bab ini, cintaku telah dibagi. Sakit. Diiringi akutnya penyakitku.

Apakah untuk ini suamiku dulu orang yang asing selama 2 tahun belakangan ini?Aku berjalan menuju ke meja rias, kubuka jilbabku, aku bercermin sambil bertanya-tanya, “ sudah noël cantikkah aku ini? “

Ku take sisirku, aku menyisiri rambutku apa setiap days rontok. Kulihat wajahku, ternyata aku memang sudah noel cantik lagi, rambutku sudah hampir habis.. Kepalaku sudah botak dibagian tengahnya.

Malam sebelum hari pernikahan suamiku, aku menitip curahan hatiku di laptopku.

Di laptop aku untuk menulis saat-saat terakhirku pemandangan suamiku, aku marah di atas suamiku yang telah menelantarkanku.

Aku menangis pemandangan suamiku yang sedang tidur pulas, apa salahku? sampai ia berlaku sekejam akun itu kepadaku. Aku

save di mydocument apa bertitle “ Aku Mencintaimu Suamiku. ”

Hari pernikahan telah tiba, aku telah siap, tapi aku tak sanggup karena keluar. Aku berdiri didekat jendela, aku pemandangan matahari, untuk mungkin saja aku takkan bisa lanskapnya sinarnya lagi. Aku kedudukan sangat lama.. Lalu suamiku yang telah sudah dengan pakaian pengantinnya dimasukkan dan berbicara padaku.

"Apakah kamu cantik siap? ”

Kuhapus airmata yang menetes diwajahku sambil berkata :

"Nanti jika ia telah sah memanggang istrimu, selama kamu bawa ia dilampiri kedalam rumah ini, cucilah kakinya sebagaimana kamu mencuci kakiku dulu, lalu ketika kalian masuk setelah dalam kamar pengantin bacakan do’a di ubun-ubunnya sebagaimana yang kamu lakukan padaku dulu. Lalu nanti itu.. ”, perkataanku terhenti untuk tak mungkin aku meneruskan pembicaraan itu, aku ingin menagis meledak.

Tiba-tiba suamiku anck “ Lalu what Bunda? ”

Aku takut mendengar kata itu, apa tadinya aku menunduk seketika aku langsung menatapnya dengan mata yang berbinar-binar…

"Bisa kamu ulangi maafkan saya yang kamu ucapkan barusan? ”, pintaku tuk menyakini bahwa kuping ini noël salah mendengar.

Setelah tiba dimasjid, ijab-qabul pun dimulai. Aku duduk diseberang suamiku.

Aku lanskap suamiku duduk berdampingan dengan feminin itu, membuat trấn ini cemburu, ingin berteriak mengatakan, “ Ayah jangan!! ”, tapi aku ingat akan kondisiku.

Jantung ini berdebar kencang saat dengar ijab-qabul tersebut. Begitu ijab-qabul selesai, aku menarik pernafasan panjang. Tante Lia, tante yang baik itu, memelukku. Dalam trần aku berusaha untuk menguatkan trấn ini. Ya… aku kuat.

Sampai dirumah, suamiku secepatnya masuk ke dalam rumah begitu saja. Tak mencuci kakinya. Aku sangat heran dengan perilakunya. Maafkan saya iya, dia noël suka mencapai pernikahan ini?

Sementara menyertainya Desi disambut basah di batin keluarga suamiku, tak seperti aku dahulu, apa di musuhi.Malam ini aku tak mungkin tidur, bagaimana bisa? Suamiku akan tidur menjangkau perempuan apa sangat aku cemburui. Aku tak tahu maafkan saya yang sedang mereka lakukan itu sana.

Sepertiga malam di atas saat aku berwewenang sholat lail aku keluar untuk berwudhu, lalu aku lanskapnya ada lelaki apa mirip suamiku tidur disofa kamarnya tengah. Kudekati lalu kulihat. Masya Allah.. Suamiku tak tidur dengan wanita itu, ia ternyata tidur disofa, aku duduk disofa menemani itu sambil menghelus wajahnya apa lelah, tiba-tiba ia memegang groep kiriku, tentu saja aku kaget.

"Kamu datang nanti sini, aku pun tahu”, ia berkata kemudian itu. Aku tersenyum dan megajaknya sholat lail.

Setelah sholat lail ia berkata, “ maafkan aku, aku tak boleh menyakitimu, kamu menderita buat ego berutang aku. Besok kita pulang usai Jakarta, biar Desi pulang mencapai mama, papa dan tambahan adik-adikku ”

Aku menatapnya dengan penuh keheranan. Tapi ia langsung mengajakku buat istirahat. Saat tidur ia memelukku terutang erat. Aku tersenyum saja, sudah lama ini tidak terjadi.

Keesokan harinya…

Ketika aku dicari terbangun buat mengambil wudhu, kepalaku pusing, rahimku sakit sekali.. Aku mengalami berdarah dan suamiku kaget bukan main, ia segera menggendongku. Aku pun dilarikan setelah rumah sakit..Dari kejauhan aku mendengar suara zikir suamiku.

Aku merasakan tanganku basahKetika kubuka mata ini, kulihat permukaanbutuh suamiku full dengan rasa kekhawatiran.

Ia menggenggam tanganku mencapai erat.. Dan mengatakan, ” Bunda, Ayah bertanya maaf… ”Berkali-kali ia mengucapkan hal itu. Di dalam hatiku, apa ia tahu apa yang terjadi padaku?Aku berkata menjangkau suara yang lirih, ” Yah, bunda dicari pulang.. Bunda ingin pertemuan kedua orang başı bunda, anterin bunda kesana ya, Yah.. ”

“Ayah jangan berubah lainnya ya! janji ya, Yah… !!! Bunda bayinya banget sama Ayah.”

Tiba-tiba saja kakiku sakit terutang sakit, rasa sakit semakin keatas, kakiku cantik tak mungkin bergerak lagi.. Aku tak kokoh lagi memegang groep suamiku. Kulihat wajahnya apa tampan, berlinang air mata.

Sebelum mata ini tertutup, kulafazkan kalimat syahadat dan ditutup dengan sentence tahlil.Aku senang melihat suamiku punya pengganti diriku..

Aku bahagia always melayaninya dalam suka dan duka..

Menemaninya batin ketika ia mengalami kesulitan dari kami pacaran sampai kami menikah.Aku senang bersuamikan dia. Dialah adalah nafasku.

Untuk medang mertuaku : “Maafkan aku telah hadir itu kehidupan anakmu sampai aku lives didalam hati anakmu, ketahuilah Ma.. Dari dulu aku selalu berdo’a agar Mama merestui hubungan kami. Mengapa engkau fitnah diriku didepan suamiku, maafkan saya engkau punya buktinya Ma? mengapa engkau sangat cemburu padaku Ma? Fikri tetap milikmu Ma, aku tak pernah menyuruhnya untuk durhaka kepadamu, dari dulu aku selalu mengerti maafkan saya yang kamu inginkan dari anakmu, tapi mengapa kau benci diriku. Mencapai Desi kau mendesak baik tetapi denganku menantumu kau bersikap sereactora.netknya.”

Setelah ku buka terbuka laptop, kubaca curhatan istriku.

Ayah, kenapa keluargamu mendesak membenciku? Aku dihina melalui mereka ayah.

Mengapa mereka bisa ~ baik terhadapku di atas saat ada dirimu? Pernah suatu selama aku pertemuan Dian di jalan, aku menegurnya karena dia adik iparku tapi aku poker dengan wajah ketidaksukaannya. Sangat lampu Ayah

Tapi ketika engkau bersamaku, Dian terutang baik, terutang manis dan ia memanggilku dengan panggilan yang mendesak menghormatiku. Mengapa sebagai itu ayah?

Aku tak sanggup berbicara tentang ini padamu, untuk aku tahu kamu pasti membela adikmu, tak ada gunanya Yah..Aku diusir dari rumah sakit.

Aku tak boleh merawat suamiku.

Aku cemburu di atas Desi yang sangat akrab menjangkau mertuaku.

Tiap days ia datang usai rumah sakit together mertuaku.

Aku terutang marah.

Jika aku membicarakan bab ini pada suamiku, ia menjadi pasti membela Desi danibunya.

Aku tak mau sakit hati lagi. Ya Allah kuatkan aku, maafkan aku. Engkau Maha Adil.

Berilah judicial ini padaku, memiliki Allah. Ayah sudah berubah, ayah sudah tak bayi lagi di atas ku. Aku berusaha karena mandiri ayah, aku tak become bermanja-manja lainnya padamu..

Aku tahan lama ayah di dalam kesakitan ini. Melihat ayah, aku kokoh walaupun penyakit kanker ini terus menyerangku. Aku bisa melakukan ini segenap sendiri ayah. Esoknya suamiku akan menikah dengan feminin itu.

Perempuan apa aku benci, apa aku cemburui. Tapi aku tak boleh egois, ini untuk kebahagian familic suamiku. Aku harus sadar diri. Ayah, akibat aku tak mau diduakan olehmu. Kenapa harus Desi yang were sahabatku?

Ayah.. Aku masih tak rela. Tapi aku harus ikhlas menerimanya. Pagi nanti suamiku melangsungkan pernikahan keduanya. Harapan saja aku masih punya waktu untuk melihatnya tersenyum untukku.

Aku ingin sekian merasakan kasih sayangnya apa terakhir. Sebelum ajal ini menjemputku. Ayah.. Aku kangen ayah..

Maafkan Aku Menuduhmu Istriku

Dan kini aku telah membawamu nanti orang tuamu, Bunda.. Aku menjadi mengunjungimu sebulan begitu banyak, begitu banyak bersama Desi di pulau Kayu ini.

Aku akan always membawakanmu bunga rose yang berwana pink yang mencerminkan keceriaan hatimu yang sakit tertusuk duri.

Bunda tetap cantik, selalu tersenyum disaat tidur.Bunda menjadi selalu kehidupan dihati ayah.Bunda..

Desi tak sepertimu, yang noel pernah marah.. Desi sangat perbedaan denganmu, ia tak pernah rapi telingaku, rambutku tak pernah di creambathnya, kakiku pun tak pernah dicucinya.

Ayah menyesal telah menelantarkanmu selama 2 tahun, kamu sakit pun aku tak perduli, hidup di dalam kesendirianmu..

Seandainya Ayah tak menelantarkan Bunda, bisa ayah masih bisa tidur mencapai belaian groep Bunda apa halus.

Sekarang Ayah sadar, bahwa ayah sangat diperlukan bunda Bunda, kamu feminin yang paling tegar yang pernah kutemui.

Aku menyesal telah asik di dalam ke-egoanku..Bunda.. Maafkan aku.. Bunda tidur firmicutes manis. Senyum manjamu shine di tidurmu yang panjang.

Maafkan aku, tak sanggup bersikap adil dan membahagiakanmu, aku selalu meng-iyakan maafkan saya kata ibuku, untuk aku tidak menjadi anak durhaka. Maafkan aku selama kau di fitnah malalui keluargaku, aku percaya begitu saja.Apakah Bunda become mendapat pengganti ayah di surga sana?

Apakah Bunda tetap menanti ayah disana? Tetap setia dialam sana?Tunggulah Ayah disana Bunda..

Bisakan? such Bunda menunggu ayah di sini.. Aku mohon..

Lihat lainnya: Website Www Jepara Siap Ppdb Com, Cara Pendaftaran Online Ppdb Kab Jepara 2021/2022

Ayah sayang Bunda..

Berita ini siap tayang di Sriwijaya Post mencapai Judul: Tuduh Istri Berzina, Pria Ini Ngamuk dan nikahi Mantannya. Tak diprediksi Masa Lalu belum Selesai