Gus Baha mengisinya Mauidhoh hasanah diatas Haul ke-62 KH Raden Asnawi Kudus 19 Februari 2020 lalu. Foto/dok Santri Gayeng
Alam kubur adalah rumah pertama sebelum memasuki alam akhirat. Bila selamat di kubur, maka yang setelahnya become lebih mudah. Sebaliknya, bila noël selamat di kubur, maka setelahnya pun lebih sulit.Mereka yang disiksa di intisari kubur umumnya buat tidak mengenal Allah dan mengabaikan perintah-Nya. KH Bahauddin Nursalim yang akrab disapa Gus Baha menyampaikan töre agar noël ditanya Malaikat di makhluk kubur.

Anda sedang menonton: Orang yang tidak ditanya di alam kubur

Baca Juga: Kengerian alam Kubur: Setiap Mukmin Inginkan Kiamat Dipercepat Berikut pesan Gus Baha saat isi saja Mauidhoh Hasanah to draw ke-62 KH Raden Asnawi Kudus 19 Februari 2020 sebagaimana dilansir dari iqra.id. Gus Baha menceritakan bahwa Sayyidina Ali karamallahu wajhah pernah mengalami kasyaf (melihat alam gaib) kyung Sayyidina Umar radhiyallahu "anhu membentak Malaikat Munkar-Nakir saat diminta di alam kubur.Dikisahkan, Sayyidina Umar dengan enggan menjawab pertanyaan Malaikat: "Man Rabbuka wa guy Nabiyyuka (siapa Tuhanmu dan siapa Nabimu) untuk beralasan dirinya merupakan teman dari Nabi Muhammad seperti kekasih Allah.Singkat cerita, didefinisikan pertanyaan kepada Umar tidak dilanjutkan melalui Munkar-Nakir usai Allah membenarkan pengakuan Umar.Kata Gus Baha, peristiwa menemani itu merupakan kabar gembira. Akan tetapi, untuk kita ini kan noel punya nyali untuk membentak Munkar-Nakir. Oleh karenanya, Gus Baha memberikan semacam töre bagi beberapa rakyat agar kelak di intisari kubur noël mendapatkan bertanya dari malaikat."Semoga menjangkau gelar kita such Doktor Tafsir, Doktor Tauhid, Guru Tauhid, atau most tidak siswa terbaik di dalam materi Tauhid, harus kita bawa status itu ketika di alam kubur," tutur Pengasuh hütte Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA Kragan, Rembang.Nanti di makhluk kubur (ngomong kepada malaikat), "Saya ini rangking satu Tauhid, masak masih ditanya Man Rabbuka wa male Nabiyyuka (siapa Tuhanmu dan siapa Nabimu)?".Menurut Gus Baha, cara demikian itu sah-sah saja. "Anda tidak usah protes, mana dalilnya, Gus?" noël usah dalil-dalilan," ungkapnya. Gus Baha terbatas menegaskan dalilnya adalah wali-wali Allah menyertainya لاخوف عليهم ولاهم يحزنون (tiada ketakutan dan tiada keresahan). Mereka noel akan mengalami ketakutan baik di world maupun di akhirat.Kata Gus Baha, pada kenyataannya Sayyidina Ali mengandalkan temannya (Nabi Muhammad), ndak dirinya sendiri. Sehingga tidak semua rakyat di makhluk kubur akan mendapatkan bertanya "Man Rabbuka (siapa Tuhanmu?)".Menemukan Allah Lewat Ilmu MatematikaGus Baha mengungkapkan, kamu harus punya rumus Tauhid sebagai Imam Amudy digali Tuhan. Beliau menemukan Allah lewat ilmu Matematika.Saking senangnya Allah, ia (Imam Amudy) karena itu disuruh buat mengajarkan Tauhid kepada para Malaikat. "Wahai para Malaikat, kalian harus mendengar, inilah orang alim yang ahli Matematika!" kata Allah.Imam Amudy lah yang justru untuk mengerti bahwa asal-usul makhluk semesta menemani itu dari Dzat apa Satu (من الواحد القهار).Akhirnya, Imam Amudy mulai mengajari Malaikat kyung hubungan antara numeral dua, tiga, empat, hingga numeral yang noël terhingga. Segenap itu berasal dari numeral Satu.Gus Baha menilai, iman seperti itu ini adalah setingkat keyakinannya dan keakurasiannya sama dengan imannya para Malaikat.Makanya Nabi bersabda:طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي"Beruntung sekian orang yang mengimaniku, namun noel pernah pertemuan aku".

Lihat lainnya: Cara Mengambil Chip Higgs Domino Orang Lain, Memangnya Bisa?


halaman ke-1
1
show all
*

اِنۡ تَجۡتَنِبُوۡا كَبٰٓٮِٕرَ مَا تُنۡهَوۡنَ عَنۡهُ نُكَفِّرۡ عَنۡكُمۡ سَيِّاٰتِكُمۡ وَنُدۡخِلۡـكُمۡ مُّدۡخَلًا كَرِيۡمًا
Jika kamu menjauhi dosa-dosa terlalu tinggi di antara dosa-dosa apa dilarang mengerjakannya, niscaya kami hapus kesalahan-kesalahanmu dan menjadi Kami masukkan kamu usai tempat yang mulia (surga).(QS. An-Nisa:31)
*

Artikel Terkait
*

BACA JUGA
Hadits the The Day
Rasulullah shallallahu "alaihi wasallam bersabda: "Semua perbuatan tergantung niatnya, dan balasan bagi tiap-tiap rakyat tergantung what yang diniatkan; Barangsiapa niat hijrahnya untuk dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan"(HR. Bukhari No.1)