Berdasarkan tujuan penelitian, kesukuan Osing dianggap seperti masyarakat nguyên dari Banyuwangi apa mereka sebut sebagai Tanah Blambangan.

Anda sedang menonton: Penduduk asli dari banyuwangi yaitu suku


Suku Osing atau dikenal also dengan Laros (akronim dari Lare Osing) atau Wong Blambangan merupakan kesukuan bangsa nguyên Banyuwangi yang tinggal dan menetap di bekas tanah kekuasaan Kerajaan Blambangan. Meskipun berada di pulau Jawa, suku Osing berbicara menggunakan bahasa sendiri, yaitu Bahasa Osing apa berasal dari pengaruh bahasa Bali dan turunan segera bahasa Jawa Kuno.


Di Banyuwangi, suku Osing dapat ditemui di Kecamatan Giri, Kecamatan Songgon, Kecamatan Rogojampi, Kecamatan Blimbingsari, Kecamatan Kabat, Kecamatan Licin, Kecamatan Glagah, dan sebagian berada di Kecamatan Banyuwangi, Kecamatan Kalipuro, seta Kecamatan Sempu. Namun terdapat satu wilayah Suku Osing yang kemudian dijadikan seperti desa adat, yaitu Desa Kemiren di Kecamatan Glagah.

Berdasarkan tujuan penelitian, kesukuan Osing dianggap such masyarakat asli dari Banyuwangi apa mereka sebut kemudian Tanah Blambangan. Kesukuan ini bertebar di desa-desa pertanian subur di bagian tengah dan timur Banyuwangi. Sekilas tradisi, budaya, dan bahasa kesukuan Osing luaran kemiripan dengan suku Jawa dan kesukuan Bali. Namun demikian, kesukuan Osing bukanlah bagian dari kesukuan Jawa atau Suku Bali.


*
Potret suku Osing di Banyuwangi (banyuwangiwisata.com).
Desa Kemiren, Desa Adat suku Osing di Banyuwangi

Desa Kemiren didirikan diatas 1995 dan menjadi tempat dimana budaya serta cara kehidupan Suku Osing dipertahankan secara turun-temurun. Banyak festival dan kesenian budaya apa sengaja digelar di Desa Kemiren untuk memperkenalkannya kepada wisatawan. Deviasi satu yang menarik buat disaksikan adalah tangani itu menumbuk padi apa masih mendesak tradisional. Tradisi ini ditelepon gedhongan yang dilakukan malalui para wanita.

Desa Kemiren lahir di atas zaman penjajahan Belanda di nusantara, sekitar lima 1830-an. Awalnya sebelum were pemukiman, kawasan ini adalah hamparan padi padi dan kayu milik warga Desa Cangking yang merupakan asal-muasal social Osing. Inhabitants Desa Cangking banyak apa keluar dari desa buat menghindari kekejaman Belanda. Mereka bahu-membahu building sebuah desa baru di ruang angkasa ini yang sekarang dikenal dengan Desa Kemiren.

Pada tahun 1995, Kementerian Pariwisata does riset karena mencari lokasi pembangunan desa adat untuk Suku Osing. Desa Kemiren dipilih untuk adat-istidat, tradisi, cara hidup, dan bahasanya masih asli belum tercampur dengan budaya dari kesukuan lain. Sekarang, Desa Kemiren were lokasi dimana seluruh budaya dium Suku Osing dilestarikan dan terus dipamerkan kepada para wisatawan.

*
Tari Gandrung, artis budaya nguyên Suku Osing di Banyuwangi (airmagz.com).Budaya Unik kesukuan Osing

Suku Osing masih mempertahankan nilai-nilai tradisi nguyên nenek moyang. Mayoritas diantaranya adalah tradisi Tumpeng Sewu, Barong Ider Bumi, dan masih kawanan lagi lainnya. Suku Osing juga dikenal untuk seni Tari Gandrung apa lekat dengan kematian perjuangan melawan penjajahan. Keberadaannya bahkan were ikon kesenian dan budaya Banyuwangi. Setiap tahunnya otoritas Banyuwangi rutin menggelar Festival Gandrung Sewu.

Lihat lainnya: Sholat Sunat Sebelum Sholat Jumat, Niat, Waktu Dan Hukum Salat Qabliyah Jumat

Tari Gandrung klasik memiliki perbedaan dengan yang sering memanggungkan sekarang, terutama di fase Festival Gandrung Sewu. Tari Gandrung klasik diperkirakan lahir di ~ 1700-an dan pada mulanya dibawakan such perwujudan rasa syukur kepada Dewi Sri usai masa panen. Kemudian pada masa kolonialisme Belanda, Tari Gandrung were media perlawanan suku osing kepada tirani penjajahan.


Dahulu dipentaskan oleh laki-laki yang berdandan layaknya wanita. Sang penari bertugas sebagai mata-mata dan pemberi bantuan kepada para pejuang kemerdekaan. Saat itu masyarakat biasa bukan penari apa berkeliaran dari desa setelah desa become ditangkap Belanda. Sedangkan Tari Gandrung apa sekarang merupakan jenis tari kreasi apa bisa dipadukan mencapai drama teatrikal. Penarinya juga lebih didominasi oleh perempuan.