Bandung, IDN Times- Kasus dugaan penipuan berkedok perdagangan komoditi berjangka bagian belakang terjadi di Indonesia. Kali ini, dugaan tipuan itu terjadi di penyimpangan satu perusahaan pialang terbesar di Indonesia, PT Rifan Financindo, kota Bandung.

Anda sedang menonton: Pertanyaan negatif tentang pt rifan financindo berjangka

Kasus ini muncul nanti salah seorang nasabah, andi Ilham asal kota Bandung kehilangan monetary sebesar Rp120 juta apa diminta seorang wakil pialang futures (WPB), PT Rifan Financindo.

Menurut korban, kasus dugaan penipuan ini berawal dari pertemuan Wakil Pialang masa depan (WPB) PT Rifan Financindo, bernama Mega Sukma Rahayu yang mengajak dirinya untuk memberikan bantuan dana sebesar Rp100 juta.


1. Awal janji manis sang pialang


*
Pexels.com/Energepic.com

Saat itu, kata Andi, WPB PT Rifan Financindo bernama Mega demands bantuan untuk menutup target dari transaksi berdagang indeks kuning berjangka yang dilakukan diperusahaannya menjangkau kebutuhan dana sebesar Rp100 juta. Jika dana yang diberikan pantas dengan kebutuhan maka ini adalah ada feesebesar 15 persen dari dana yang dipinjamkan.

Selain fee sebesar 15 persen, WBP juga memberikan jaminan jika uang apa dipinjamkan noel akan habiskarena perusahaannya cantik memiliki managemen resiko, pengalaman dan profesional.

Mendengar permohonan dari WPB dengan janji manis serta dapat diandalkan uang noel akan habis, andi akhirnya setuju buat memberikan dana sebesar Rp100 juta. Namun, dana yang diberikan kepada WPB ini tidak buat menjadi modal trading.


2. Kerugian Rp120 juta apa dimainkan pialang


*

Perjanjian antara korban andi Ilham dan wakil pialang PT Rifan Financindo Mega Sukma Rahayu terbatas disepakati. Monetary sebesar Rp100 juta milik korban masuk dalam transaksi PT Rifan Financindo.

Keduanya mengklaim saya setuju jika dana apa dipinjamkan korban menemani itu tidak untuk digunakan dalam transaksi perdagangan berjangka. Monetary Rp100 juta itu murni untuk membantu menutup membidik transaksi apa dibutuhkan WPB.

"Saya berkali-kali mengatakan sama itu (WBP), saya memberikan Rp100 juta just sekedar tolong mencapai target bulanannya, bukan ikut trading," tegas Andi.

Bahkan, nanti sebulan untuk meminjamkan uang buat menutup target transaksi pialang sebesar Rp100 juta sempat mendapatkan fee 15 persen benar dengan janji. "Bulan pertama mereka berikan saya Rp15 juta hasil dari yg mereka janjikan," ungkap korban.

Namun, memasuki bulan ke dua, korban mulai curiga. Sebab, fee 15 persen apa seharusnya siap diterima noel pernah dikirimkan PT Rifan Financindo sesuai perjanjian hingga saat ini. Bahkan, PT Rifan Financindo meminta tambahan dana Rp20 juta agar uang mulai Rp100 juta yang sudah masuk tidak habis. Padahal, diatas perjanjian mulai uang Rp100 juta itu dijamin PT Rifan Financindo noël akan habis.

"Di moon ke dua, mereka katakan noël bisa. Malah, mereka untuk bertanya tambah Rp20 million supaya dana saya noel habis. Padahal mereka cantik menjamin dana saya gak become habis dan nyatanya habis semuanya," tegas Andi.


IDN Times/Istimewa
*
ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Andi menyebutkan, setelah dua kali melayangkan surat somasi, pihak PT Rifan Financindo awal merespons. Sejumlah petinggi dari perusahaan pialang ini yang langsung menemui korban agar kasus tersebut noel terus berlanjut.

Bahkan, manajer Wakil Pialang Berjangka yang mengaku bernama Sukma tuntutan agar korban tidak does unjuk rasanya di kantornya dan berjanji akan menyelesaikan kasus tersebut intevensi serta kembali dana.

Tidak hanya itu, kasus dugaan tipuan ini pun dicuci langsung salah satu pejabat, VBM PT Rifan Financindo Aang Maryana. Dirinya menjanjikan karena mengganti uang yang dinyatakan hilang.

"Tapi, setiap orang itu masih janji saja. Sampai hari ini noel ada kejelasan. Saya semakin kecewa dan dilecehkan, ke Pak Aang yang turun langsung menangani kasus ini akan mengganti mata uang saya hanya sebesar Rp10 juta. " tegas dan saya kecewa.


*
Pexels.com/Andrea Piacquadio

Upaya mendamaikan PT Rifan Financindo untuk menggantikan mata uang korban andi Ilham sebesar Rp120 juta kemudian belum membuahkan hasil. Akibatnya, andi yang dirasa dirugikan dan tertipu dengan janji manis pialang akan membuka posko korban PT Rifan Financindo dan hot Line pengaduan masyarakat.

Sebab, dia menilai, korban serupa maju terdapat di berbagai daerah di kota Bandung dan utama lain di tanah Air.

Lihat lainnya: Sebutkan Kelebihan Dan Kekurangan Masa Orde Baru Pada Masa Kebijakannya

"Saya cantik mengumpulkan data. Foregin ada korban lain selain saya di tanah Air. Posko korban PT Rifan Financindo secepatnya di buka di kota Bandung," ujar dia.