Melahirkan tangga adalah istilah bagi ibu apa melahirkan sayang melalui vagina. Proses ini akan dijalani ibu hamil ketika janin apa dikandungnya siap untuk dilahirkan.

Anda sedang menonton: Proses kelahiran bayi secara normal

Proses melahirkan sekutunya umumnya terjadi di antara minggu ke-37 sampai ke-42. Tahapan melahirkan normal awal dengan kontraksi otot rahim, disusul dengan kelukaan leher rahim (serviks) secara bertahap. Ke itu, otot panggul ibu akan mendorong bayi dan plasenta ke luar oleh vagina.

*

Kontraindikasi Melahirkan Normal

Setiap ibu hamil memungkinan buat menjalani pekerjaan secara normal. Namun, melahirkan normal noël disarankan bila terjadi sejumlah kondisi berikut:

1. Prolaps tali pusat

Prolaps tali markas besar adalah kondisi tali pusat yang menutupi jalan terjejas bayi. Akibatnya, tali pusat mungkin tertekan, sehingga menyebabkan bayi kekurangan oksigen.

2. Malpresentasi janin

Malpresentasi fetus atau kelainan posisi fetus adalah kondisi ketika bagian sikap janin apa berhadapan mencapai bukaan serviks adalah selain puncak terutama (ubun-ubun). Types kelainan posisi janin yang tidak disarankan untuk melahirkan secara normal antara lain:

Occiput posterior, yaitu lokasi kepala janin berada di jalur lahir, tetapi wajah fetus menengadah setelah perut medang Presentasi wajah, yaitu lokasi wajah janin apa berhadapan langsung dengan serviks Presentasi alis, yaitu posisi utama janin yang sedikit mendongak, sehingga alis fetus berhadapan langsung mencapai serviks Letak lintang, yaitu posisi fetus melintang atau horizontal di di dalam rahim, menjangkau bahu janin berhadapan langsung mencapai serviks 3. Kehamilan kembar

Kehamilan pasangan yang noel memungkinkan untuk menjalani persalinan tangga adalah ketika senin janin berada di dalam posisi sungsang, kembar siam, terdapat di dalam satu selaput air ketuban, ataukah kehamilan kembar apa lebih dari dua janin.

4. Pernah melakukan operasi caesar

Meski diatas sebagian besar kasus tergolong aman, melahirkan normal ke menjalani operasi caesar diatas persalinan terdepan dapat menyebabkan komplikasi serius, such rahim pembongkaran (ruptur uteri)

Sedangkan, di atas ibu apa pernah melakukan operasi caesar lebih dari dua kali, memiliki riwayat plasenta previa, atau luaran bekas luka membujur pada rahim acibe operasi caesar sebelumnya, noel dibolehkan melahirkan secara normal.

5. Denyut darah jantung janin tidak stabil

Kondisi ini bisa were pertanda janin mengalami hipoksia atau rendahnya kadar oksigen di dalam tubuh. Banyak kondisi yang dapat menyebabkan kekurangan oksigen pada fetus adalah lepasnya plasenta dari rahim dahulu proses pekerjaan (solusio plasenta) atau fetus terlilit tali pusat.

6. Kelainan letak plasenta

Kelainan letak plasenta, termasuk plasenta lengan baju jalan incuver (plasenta previa) atau plasenta yang menempel sampai usai dalam otot rahim (plasenta akreta), noël boleh menjalani tenaga kerja normal.

7. Makrosomia

Makrosomia adalah memuat badan janin apa melebihi 4–4,5 kg. Kapak ini berisiko disebabkan bahu janin terjepit (distosia bahu) jika menjalani mengolahnya melahirkan normal.

8. Infeksi herpes genital

Ibu hamil yang terinfeksi herpes genital tidak disarankan buat melahirkan normal, guna menurunnya risiko penularan herpes ke bayi.

Peringatan Melahirkan Normal

Sebelum memutuskan untuk melahirkan normal, ibu hamil harus terlebih dahulu mengetahui beberapa hal berikut ini:

Induksi persalinan

Proses melahirkan tangga dapat mengalami gangguan. Jika intervensi tersebut terjadi, dokter akan melakukan induksi pekerjaan (percepatan mengolahnya persalinan), misalnya mencapai merobek kantung ketuban, memberikan obat penguat kontraksi, melakukan persalinan berbantu, atau menjalankan kerja caesar.

Beberapa kondisi yang membutuhkan judo persalinan adalah:

Usia kehamilan lebih dari 41 minggu Pertumbuhan janin melambat Proses pekerjaan terlalu lama Pemantauan selama persalinan

Pada banyak kondisi, mati jantung bayi dan kekuatan kontraksi ibu akan terus dipantau oleh kedelapan selama tangani itu persalinan. Beberapa kondisi tersebut adalah:

Ibu hamil menderita diabetes, tekanan darah tinggi, atau memuat badan berlebih Ibu hamil pernah menjalani operasi caesar sebelumnya Ibu hamil menerima bius epidural atau obat penguat kontraksi Bayi apa akan dilahirkan diduga berukuran sangat kecil Bayi apa akan dilahirkan pasangan Melahirkan normal ke operasi caesar

Perlu diketahui, melahirkan normal nanti pada pekerjaan sebelumnya malalui operasi caesar (VBAC) umumnya aman. Namun, berdasarkan penelitian, 1 dari 200 ibu hamil yang does VBAC berisiko mengalami robek rahim.

Oleh sebab itu, bahas terlebih dulu dengan kedelapan kandungan bila sebelumnya milik mereka menjalani kerja caesar dan kini ingin melahirkan normal.

Persiapan Sebelum Melahirkan Normal

Agar proses pekerjaan lancar, lakukan beberapa hal berikut ini dahulu mendekati waktu persalinan:

Persiapkan mental, misalnya menjangkau meditasi ataukah teknik relaksasi. Hal ini berguna buat membantu anda selama mengolahnya persalinan juga untuk menghadapi kemungkinan yang dapat terjadi bila tidak dapat melahirkan normal, misalnya pada kapak harus dilakukan kerja caesar. Persiapkan kebutuhan bayi, kemudian baju, popok, dan botol susu. Siapkan pula kebutuhan lain bagi ibu, misalnya bra menyusui. Masukkan ns tadi setelah dalam satu tas, sehingga ketika tanda tangan persalinan muncul, ibu tinggal membawa tas tersebut.

Tanda-Tanda Jelang Melahirkan

Dokter kandungan menjadi memberitahu perkiraan tanggal persalinan, tetapi tanggal ini dapat maju ataukah mundur circa 2 minggu. Oleh sebab itu, secara signifikan bagi ibu karena mengetahui tanda-tanda apa dirasakan ketika janin akan lahir, seperti:

Napas menjadi lebih ringan Hal ini terjadi untuk mulai turunnya major janin nanti rongga panggul, sehingga produksi tekanan terhadap paru-paru berkurang. Keinginan untuk buang wait kecil meningkat Meningkatnya keinginan untuk buang air kecil dikarenakan janin menekan kandung kemih. Selain limbah air kecil, ibu juga dapat were lebih sering limbah air terlalu tinggi atau bahkan sering mengalami diare. Keluar lendir Keluarnya lendir bercampur darah dari vagina menandakan bahwa leher rahim (serviks) sudah mulailah membuka. Nyeri pada punggung bagian bawah yang hilang timbul nyeri punggung sanggup muncul sendiri ataukah bersamaan mencapai kontraksi, dan dapat disertai sensasi kendur di ~ sendi, terutama di quenn panggul. Keluar wait ketuban Keluarnya wait ketuban terjadi asibe pecahnya selaput pelindung janin. Usai air ketuban keluar, fetus harus dikeluarkan noël lebih dari 24 jam.

Tahapan sebelum Melahirkan Normal

Tahap dahulu melahirkan normal batin dunia medis disebut dengan tentu saja 1. Tahap ini dibagi ke dalam 3 fase, yaitu fase awal (laten), phase aktif, dan phase transisi. Penjelasannya sebagai berikut:

Fase laten

Fase laten berlangsung selama 8–12 jam. Melangkah ini ditandai dengan kontraksi ringan selama 30–45 detik, setiap 5–30 menit. Kontraksi ini then berangsur-angsur dulu lebih patuh dan intensitasnya meningkat. Pada melangkah laten, serviks akan membuka 3–4 cm secara bertahap.

Dalam panggung ini, ibu hamil disarankan buat tetap buat perdamaian dan tidak perlu terburu-buru ke rumah sakit. Ibu masih boleh melakukan aktivitas ringan di rumah, namun dengan firmicutes menjaga asupan nutrisi apa dibutuhkan serta mencatat kontraksi apa terjadi.

Fase aktif

Fase aktif berlangsung selama 3–5 jam, tetapi bisa ~ lebih lama diatas ibu yang baru pertama kali hamil. Kontraksi pada phase ini berlangsung selama 45–60 detik, setiap 3–5 menit. Pada panggung aktif, serviks membuka circa 4–7 cm.

Ibu hamil yang sudah memasuki fase aktif disarankan untuk segera ke rumah sakit. Kedelapan akan mengukur tekanan darah, denyut nadi, dan temperamen tubuh medang hamil, serta memeriksa mati jantung janin. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan panggul, untuk mengetahui sampai sejauh mana tangani itu kontraksi.

Bila diperlukan, dokter akan memberikan bius epidural untuk meredakan nyeri acibe kontraksi.

Fase transisi

Fase transisi berlangsung sekitar 30 menit sampai 2 jam. Kontraksi pada fase ini terasa kokoh dan terus menerus, serta menimbulkan nyeri noël tertahankan. Pada fase transisi, serviks akan membuka 8–10 cm.

Perlu diketahui, pada melangkah ini akan muncul desakan untuk mendorong janin agar segera ke luar. Namun, jangan lakukan halaman tersebut dahulu diminta melalui dokter. Mendorong janin sebelum serviks suspended sempurna dapat disebabkan serviks membengkak dan memperlambat mengolahnya persalinan.

Proses Melahirkan Normal

Proses melahirkan sekutunya disebut juga dengan tentu saja 2, yaitu selagi leher rahim telah melarang sempurna sebesar 10 cm. Mengolahnya melahirkan kala 2 sanggup berlangsung 2 kota atau lebih.

Kontraksi pada tahap ini berlangsung circa 60–90 detik dan mereda tiap 2–5 menit. Setiap kali kontraksi muncul, ibu akan merasakan desakan kuat karena mengejan. Tetapi harus diingat, mengejan sebaiknya hanya dilakukan ketika diminta oleh dokter.

Normalnya, bayi akan terdorong setiap kali terjadi kontraksi. Namun, jika janin tidak juga turun, hati-hati akan menyarankan ibu buat mengubah posisi menjadi jongkok, duduk, atau berlutut. Bila kontraksi kurang kuat, tutur akan memberikan obat karena menguatkan kontraksi.

Selama tangani itu kontraksi dan mengejan, major bayi ini adalah mulai shine dari vagina. Pada tahap ini, vagina dan perineum, yaitu area antara vagina dan anus, akan sangat meregang sehingga menimbulkan rasa nyeri kemudian terbakar.

Untuk mempercepat proses persalinan dan preventif perineum robek, hati-hati akan melakukan episiotomi, yaitu dengan memotong sebagian kecil perineum. Prosedur ini didahului mencapai pemberian bius lokal. Tutur akan menjahit back perinuem ke persalinan selesai.

Setelah kepala bayi disetujui dengan sempurna, tutur akan mengisap darah, lendir, serta cairan ketuban dari mulut dan hidung bayi dengan alat khusus. Pada tahap ini, ibu disarankan firmicutes mengejan buat mengeluarkan seluruh badan bayi.

Begitu seluruh tubuh bayi keluar, hati-hati akan diserahterimakan bayi nanti ibu. Selain agar terjalin ikatan apa kuat antara medang dan bayi, juga agar dilakukan inisiasi pakan payudara dini. Setelah itu, hati-hati akan tetap tali markas besar bayi.

Setelah bayi dilahirkan, medang masih harus mengeluarkan ari-ari ataukah plasenta. Tahap ini ditelepon dengan tentu saja 3. Pada fase ini, kontraksi masih become terjadi karena melepas dan mengeluarkan plasenta dari rahim. Melangkah ini bisa ~ berlangsung sampai 20 menit.

Setelah seluruh jaringan plasenta telah keluar, dokter kandungan akan memberikan obat oksitosin untuk meminimalisir perdarahan.

Secara keseluruhan, waktu yang diperlukan karena proses melahirkan normal dari tentu saja 1 sampai kala 3 adalah 12–24 jam. Bagi ibu apa sudah pernah melahirkan sekutunya sebelumnya, waktu yang diperlukan umumnya lebih singkat.

Setelah Melahirkan Normal

Setelah melahirkan normal, medang harus menjalani perawatan dalam sakit selama 1–2 hari. Tujuannya adalah untuk memulihkan terms ibu dahulu pulang, serta buat memantau kapak ibu dan bayi serta memastikan noël terjadi masalah ke melahirkan.

Ibu apa baru melahirkan kesatuan disarankan agar menunggu sampai perdarahan selesai atau tentang 4–6 minggu, sebelum kembali berhubungan seks. Hal ini karena memastikan kapak ibu sudah benar-benar pulih. Sementara, bagi ibu yang mengalami robekan vagina saat persalinan, disarankan untuk menunggu lebih lama.

Berapa kondisi apa mungkin dialami melalui ibu ke melahirkan normal, yaitu:

Mengompol saat tertawa atau batuk, untuk otot panggul yang lemah diambil kolostrum, yaitu cairan kuning yang keluar silam ASI, diikuti keluarnya ASI pada aku ketiga ataukah keempat ke melahirkan Perut menggelambir asibe otot perut yang meregang sejak masa kehamilan, tetapi dapat back normal secara bertahap menjangkau mengonsumsi makanan bergizi keseimbangan dan rutin melakukan latihan

Perlu diketahui, kembalinya masa menstruasi sanggup berbeda pada tiap ibu. Diatas ibu apa memberikan ASI eksklusif, haid mungkin baru menjadi dialami lainnya ketika organisasi menyusui. Sedangkan di atas ibu yang tidak melakukan ASI eksklusif, haid bisa terjadi 5–6 minggu nanti melahirkan.

Lihat lainnya: Perlawanan Pangeran Mangkubumi Dan Mas Said (A8), Perlawanan Pangeran Mangkubumi Dan Mas Said

Komplikasi Melahirkan Normal

Sebagian geram proses melahirkan kesatuan berlangsung tidak punya masalah. Namun, kadang dapat terjadi tambahan terjadi komplikasi, baik sebelum, sewaktu, maupun setelah proses melahirkan normal. Komplikasi tersebut dapat berupa:

Kehamilan postmatur Kehamilan postmatur adalah terms di mana janin belum tambahan lahir setelah usia kontak mencapai 42 minggu ataukah lebih. Kapak ini dapat membahayakan janin, untuk plasenta sudah noël mampu lainnya memberikan nutrisi yang adekuat kepada janin.

Pada tengah hamil apa mengalami terms di atas, tutur dapat melakukan induksi tenaga kerja (percepatan mengolahnya melahirkan), persalinan berbantu menjangkau vakum atau forceps, atau menjalankan operasinya caesar.

Selain kondisi-kondisi di atas, ada also beberapa gejala lain yang lebih harm dan diperlukan penanganan segera, yaitu:

Infeksi, yang bisa ditandai dengan demam dan sakit perut Emboli paru, apa dapat ditandai dengan rasa sakit dada dan sesak mengambil napas dalam-dalam Preeklamsia, yang ditandai dengan keluhan sakit kepala, muntah, dan gangguan penglihatan mendadak