Di surat Maryam Ayat 1-11 terdapat banyak sekali himah dan pelajaran yang bisa dipetik buat kehidupan saat ini, dari kisah Nabi Zakaria apa berdoa memohon agar diberi keturunan.
*


Di di dalam Al Qur"an terdapat surat ke-19 yaitu surat Maryam. Apabila menilik surat ini secara lebih batin akan ada berbagai kisah hikmah mengenai banci suci dari keturunan Bani imran, Siti Maryam hingga Nabi Zakaria AS.

Anda sedang menonton: Surat maryam 1-11 dan artinya

Dalam proses turunnya ke pembayaran di muka bumi, surat Maryam tiba kepada Nabi Muhammad SAW dahulu hijrah. Suratnya ini dibawah di kota Mekkah sehingga tergolong surat Makkiyah. Surat Maryam also disebut dengan suratnya Kaf Haa Yaa Ain Shaad. Namu ini diambil dari ayat duluan surat ini.


Bagi Anda yang membaca terdapat berbagai faidah apa bisa dirasakan. Itu dimulai dari doa-doa permohonan kepada Allah SWT sebagaimana yang dilakukan malalui Nabi Zakariya AS batin meminta keturunan. Kematian ini diceritakan di ~ Surat Maryam ayat 1-11. Nabi Zakariya AS berdoa dengan lemah lembut dan sabar kepada Allah SWT.


Pada pembahasan kali ini bereactora.netme berfokus di ~ surat Maryam ayat satu hingga sebelas. Dari tulisan batin huruf Arab maupun latin beserta terjemahannya. Usai itu bereactora.netme dilanjutkan mencapai tafsir dari surat tersebut.


Surat Maryam Ayat 1-11

Berikut surat Maryam dari ayat satu hingga sebelas mengutip dari Al Qur"an Kementerian Agama:

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِكۤهٰيٰعۤصۤ ۚ - ١

1. Kaf Ha ya ‘Ain Shad.


ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهٗ زَكَرِيَّا ۚ - ٢

żikru raḥmati rabbika "abdahụ zakariyyā.

2. Yang dibacakan ini adalah penjelasan sekitar rahmat Tuhanmu kepada hamba-Nya, Zakaria.

اِذْ نَادٰى رَبَّهٗ نِدَاۤءً خَفِيًّا - ٣

iż nādā rabbahụ nidā`an khafiyyā.


3. Yaitu selagi dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut.

قَالَ رَبِّ اِنِّيْ وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّيْ وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَّلَمْ اَكُنْۢ بِدُعَاۤىِٕكَ رَبِّ شَقِيًّا - ٤

qāla rabbi innī wahanal-"aẓmu minnī wasyta"alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu"ā`ika rabi syaqiyyā.

4. Dialah (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa di dalam berdoa kepada-Mu, miliki Tuhanku.

وَاِنِّيْ خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَّرَاۤءِيْ وَكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا فَهَبْ لِيْ مِنْ لَّدُنْكَ وَلِيًّا ۙ - ٥

wa innī khiftul-mawāliya miw warā`ī wa kānatimra`atī "āqiran fa hab lī mil ladungka waliyyā.

5. Dan sungguh, aku kecemasan terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.


يَّرِثُنِيْ وَيَرِثُ مِنْ اٰلِ يَعْقُوْبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا - ٦

yariṡunī wa yariṡu min āli ya"qụba waj"al-hu rabbi raḍiyyā.

6. Yang akan mewarisi aku dan mewarisi dari familic Yakub; dan jadikanlah dia, ya Tuhanku, seorang apa diridhai."

يٰزَكَرِيَّاۤ اِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلٰمِ اۨسۡمُهٗ يَحۡيٰى ۙ لَمۡ نَجۡعَلْ لَّهٗ مِنۡ قَبۡلُ سَمِيًّا

Yaa Zakariyyaaa innaa nubashshiruka bighulaami nismuhuu Yahyaa lam naj"al lahuu min qablu samiyyaa

7. (Allah berfirman), “Wahai Zakaria! kami memberi kabar gembira kepadamu mencapai seorang bocah namanya Yahya, apa Kami belum pernah memberikan namu seperti itu sebelumnya.”

قَالَ رَبِّ اَنّٰى يَكُوْنُ لِيْ غُلٰمٌ وَّكَانَتِ امْرَاَتِيْ عَاقِرًا وَّقَدْ بَلَغْتُ مِنَ الْكِبَرِ عِتِيًّا - ٨

qāla rabi annā yakụnu lī gulāmuw wa kānatimra`atī "āqiraw wa qad balagtu minal-kibari "itiyyā

8.Dia (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, di mana aku akan mempunyai anak, padahal istriku seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai usia yang sangat tua?”

قَالَ كَذٰلِكَۗ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَّقَدْ خَلَقْتُكَ مِنْ قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا - ٩

qāla każālik, qāla rabbuka huwa "alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`ā

9. (Allah) berfirman, “Demikianlah.” Tuhanmu berfirman, “Hal itu menyudahi bagi-Ku; sungguh, engkau telah Aku ciptakan dahulu itu, padahal (pada times itu) engkau belum berwujud kesamaan sekali.”

قَالَ رَبِّ اجْعَلْ لِّيْٓ اٰيَةً ۗقَالَ اٰيَتُكَ اَلَّا تُكَلِّمَ النَّاسَ ثَلٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا - ١٠

qāla rabbij"al lī āyah, qāla āyatuka allā tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyā

10. Dialah (Zakaria) berkata, “Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda.” (Allah) berfirman, “Tandamu ialah engkau noel dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal engkau sehat.”

فَخَرَجَ عَلٰى قَوْمِهٖ مِنَ الْمِحْرَابِ فَاَوْحٰٓى اِلَيْهِمْ اَنْ سَبِّحُوْا بُكْرَةً وَّعَشِيًّا - ١١

fa kharaja "alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥā ilaihim one sabbiḥụ bukrataw wa "asyiyyā

11. Maka dialah keluar dari mihrab persimpangan kaumnya, lalu itu memberi isyarat kepada mereka; bertasbihlah kamu pada times pagi dan petang.


MengutipTafsir Ibnu Katsir Jilid five disebutkan bahwa surat Maryam ayat 1-11 ini adalah kumpulan doa Nabi Zakaria kepada Allah SWT agar menghadiahkan keturunan. Hal itu diperjelas di ayat lima yang berbunyi:

Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang anak dari sisi-Mu.

Lihat lainnya: Ciri Ciri Hamil 1 Minggu Sebelum Telat Haid, Bunda Perlu Tahu!


Dari surat Maryam ayat 1-11 bisa ~ diambil hikmah bahwa Nabi Zakaria tidak merasa khawatir circa harta yang dimilikinya karena para fasih warisnya. Sebab, posisi kenabian memiliki kedudukan yang lebih tinggi dan lebih mulia ukuran dibandingkan menjangkau keinginan bereactora.netme harta.